Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

SILATURAHMI HANGAT PWRI PURWOREJO! Perkuat Kekompakan, Dorong Wartawan Tetap Profesional dan Independen

Minggu, April 26, 2026 | April 26, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-26T15:41:53Z

 

Foto Di Kediaman, Joko Hartono, di Desa Jatingarang, Kecamatan Bayan, Minggu (26/4/2026). Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Purworejo
Purworejo | KompasX.Com — Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti kediaman Bendahara PWRI, Joko Hartono, di Desa Jatingarang, Kecamatan Bayan, Minggu (26/4/2026). Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Purworejo menggelar acara halalbihalal dan temu kangen, momen yang dimanfaatkan untuk mempererat tali persaudaraan sekaligus memperkuat komitmen kerja jurnalistik.

 

Acara ini dihadiri oleh Ketua PWRI Purworejo, Alex Saputra, beserta seluruh jajaran pengurus dan anggota. Turut hadir memeriahkan pertemuan tersebut sahabat sekaligus Ketua SIJI Purworejo, Mustakim yang akrab disapa Gus Takim.

 

Dalam sambutannya, Alex Saputra menyebut bahwa meskipun digelar secara sederhana karena keterbatasan waktu, makna yang terkandung sangatlah besar. Selain menjadi ajang kumpul-kumpul, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk menyapa dan mengenalkan wajah-wajah baru yang bergabung dalam organisasi.

 

“Kuncinya bukan kemewahan acaranya, tapi kekhusyukan dan kebersamaannya. Lewat momen ini, kita harap tali silaturahmi makin erat, dan anggota baru juga bisa cepat menyatu dengan keluarga besar PWRI,” ujar Alex dengan semangat.

 

Ia pun mengajak seluruh rekan wartawan untuk membangun nama baik organisasi lewat karya yang berkualitas. “Mari kita buktikan bahwa PWRI adalah rumah bagi jurnalis yang profesional. Berkaryalah dengan penuh tanggung jawab, karena tulisan dan liputan kita adalah amanah untuk masyarakat,” tegasnya.

 

Halalbihalal: Tradisi Pemersatu Bangsa

 

Sementara itu, Gus Takim memberikan pandangan mendalam tentang makna halalbihalal. Menurutnya, tradisi ini tidak harus dilakukan hanya saat lebaran atau bulan Syawal saja, tapi bisa dilaksanakan kapan saja selama tujuannya untuk menyatukan hati dan menyelesaikan perselisihan.

 

Gus Takim pun membagikan sejarah menarik di balik tradisi ini. “Halalbihalal bukan tren baru. Sejarah mencatat, tradisi ini sudah dirintis oleh Pangeran Sambernyawa atau Mangkunegara I sekitar tahun 1850, saat Keraton Mangkunegaran sedang dilanda konflik internal. Ia menginisiasi pertemuan ini untuk merukunkan kembali keluarga besar yang berselisih,” jelasnya.

 

“Dalam falsafah Jawa, halalbihalal ibarat menyelesaikan benang yang kusut dan meruwet. Kalau dari bahasa Arab, halal berarti boleh, bebas dari dosa dan kesalahan. Intinya, saling memaafkan dan memulai lembaran baru dengan hati bersih,” tambahnya.

 

Tradisi ini juga berperan besar dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Gus Takim menyebutkan, pada tahun 1948 saat bangsa ini nyaris terpecah belah, atas usulan KH Wahab Chasbullah, Presiden Soekarno menggelar halalbihalal. Hasilnya, persatuan dan kerukunan bangsa pun kembali terjalin kuat.

 

Karena memiliki nilai pemersatu yang tinggi, Gus Takim menilai halalbihalal sangat tepat digelar oleh organisasi pers. “Kalau insan pers sudah kompak dan bersatu, percayalah segala bentuk penyimpangan, korupsi, hingga ketidakadilan hukum bisa kita ungkap dan tekan. Suara kita akan lebih lantang dan didengar jika kita bergerak bersama,” ujarnya tegas.

 

Ia juga memberikan pesan penting bagi seluruh wartawan: bersinergilah dengan semua pihak, tapi jangan pernah kehilangan jati diri dan kebebasan berpikir.

 

“Wartawan itu corong rakyat. Masyarakat butuh informasi yang benar, akurat, dan terpercaya, bukan berita bohong atau hoaks. Jaga terus kekompakan sesama rekan kerja, tapi tetaplah independen. Jangan sampai tulisan kita diintervensi atau dibeli oleh kepentingan tertentu,” pesan Gus Takim menutup sambutannya.

 

Acara berjalan lancar dengan diisi tawa, canda, dan saling berbagi cerita, menandakan bahwa keluarga besar wartawan Purworejo tetap solid dan siap mengawal pembangunan daerah dengan pemberitaan yang objektif.

Laporan: Edvin R

×
Berita Terbaru Update