. foto : istimewa
YOGYAKARTA | kompasX.com – Di balik pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) penerapan dan perhitungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) bagi Pemerintah Provinsi Papua Barat yang digelar di Yogyakarta, terselip kisah inspiratif dari sang narasumber, Cak Mustofa.
Anggota Dewan Pengurus Pusat Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia (IAPI) ini kini dikenal sebagai pakar pengadaan barang dan jasa yang memiliki jadwal terbang sangat padat. Namun, siapa sangka keahliannya tersebut berawal dari ketidaksengajaan dan semangat belajar mandiri yang luar biasa.
Berawal dari Perintah Mendadak
Perjalanan karier Cak Mustofa dimulai saat ia bertugas di Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur. Saat itu, ia sering mendampingi pimpinannya mengunjungi berbagai perusahaan. Suatu ketika, sang pimpinan tiba-tiba memintanya untuk memberikan paparan materi, sebuah tugas yang seharusnya dilakukan oleh pimpinan tersebut.
"Itulah awal saya jadi belajar. Saya pikir, kalau begini caranya, saya harus siap. Jadi kalau diajak pimpinan, saya sudah menyiapkan materi karena sewaktu-waktu diperintah mendadak, saya sudah siap," kenang Cak Mustofa.
Dedikasinya membawanya ditarik ke Biro Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi Jawa Timur. Di sana, ia mengasah kemampuan teknisnya sebagai anggota Kelompok Kerja (Pokja) Pemilihan dan Fungsional Pengadaan Barang/jasa yang menangani berbagai tender pengadaan barang/jada pemerintah.
Berkat di Balik Pandemi
Titik balik kariernya secara nasional terjadi saat pandemi COVID-19 melanda pada tahun 2020. Di tengah kebijakan Work From Home (WFH), Cak Mustofa justru menginvestasikan waktu dan biaya pribadinya untuk mengikuti berbagai Bimtek daring guna meningkatkan kompetensi.
Keaktifannya di dunia digital membuatnya mulai dikenal luas. Ia kemudian sering diundang menjadi narasumber online, hingga akhirnya kini ia berkeliling Indonesia hampir setiap hari untuk memberikan pelatihan di berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
Fokus pada bidang Pengadaan Barang/Jasa dan TKDN serta Keberpihakan Pemerintah pada Produk Dalam Negeri.
Dalam pelatihan yang berlangsung selama empat hari di Yogyakarta ini, Cak Mustofa memfokuskan materi pada Pengadaan Barang/Jasa melalui Katalog Elektronik Versi & kewajiban penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN) dan tata cara perhitungan TKDN pengadaan barang dan jasa sesuai ketentuan terbaru.
Materi ini meliputi:
2 hari materi : Implementasi dan Praktik Mini Kompetisi Pekerjaan Konstruksi; dan
2 hari materi Penerapan TKDN pada pengadaan barang/jasa pemerintah.
Praktik perhitungan TKDN gabungan barang dan jasa termasuk Perhitungan TKDN untuk pekerjaan konstruksi dan jasa konsultansi.
Cara rekapitulasi nilai kontrak dengan bobot TKDN yang berbeda-beda.
Apresiasi tersendiru untuk Peserta dari Fak Fak Papua Barat.
Meski dilaksanakan pada hari libur nasional, Cak Mustofa mengaku sangat salut dengan semangat para peserta dari Sekretariat Daerah Papua Barat.
"Mereka luar biasa, berangkat dari Fakfak ke Sorong, lalu ke Makassar, baru ke Jogja. Tiga kali ganti pesawat demi belajar di hari libur. Semangat belajarnya tinggi sekali, saya sangat apresiasi," pungkasnya.
Setelah dari Yogyakarta, Cak Mustofa dijadwalkan akan melanjutkan perjalanannya memberikan edukasi pengadaan barang/jasa ke Mojokerto, Bandung, Serang, Subang, Lampung Timur hingga ke Timika, Papua.
(Red / Erwin)