WONOSOBO | KompasX.com— Para tokoh agama, budayawan, dan masyarakat menggelar doa dan selamatan bersama di Plobangan, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, pada Kamis malam (7/8/2026) yang bertepatan dengan malam Jumat Legi.
Acara tersebut digelar sebagai bentuk rasa syukur sekaligus mengawali rencana pemuliaan dan pembangunan cungkup (bangunan pelindung) pada situs makam Eyang Bondan Kejawan. Dalam tradisi tutur Jawa, beliau dikenal sebagai putra Raja Majapahit Brawijaya V yang menjadi cikal bakal turunnya raja-raja di tanah Jawa.
Foto : istimewa*Wasiat Terakhir dan Keberadaan Makam*
Berdasarkan penuturan narasumber, meski Eyang Bondan Kejawan sempat tinggal di Sleman, Yogyakarta, terdapat cerita rakyat yang menyebutkan wasiat terakhir beliau sebelum wafat. Beliau meminta agar kelak jasadnya disatukan kembali bersama keluarganya di Wonosobo, tempat di mana anak dan istrinya berada.
Uniknya, keberadaan makam beliau di Plobangan sempat menjadi teka-teki selama bertahun-tahun karena posisinya yang tertutup dan tidak terlihat.
"Menurut cerita, juru kunci makam, Pak Supono, sempat mendapatkan bisikan gaib bahwa beliau (Eyang Bondan Kejawan) berada di lokasi tersebut. Namun saat dicari, makamnya belum ditemukan," ujar narasumber mengutip penuturan Pak Supono.
Foto : istimewa*Terkuak Usai Pohon Beringin Rimbun Tumbang*
Misteri lokasi makam tersebut akhirnya terkuak sekitar 4 hingga 5 tahun yang lalu. Dua pohon beringin tua yang diperkirakan berumur 500 hingga 600 tahun dan tumbuh di atas area tersebut mendadak tumbang serta terbelah.
Tepat di bawah bongkahan pohon yang terbelah itulah ditemukan kijing/cirat makam lama atas nama Eyang Bondan Kejawan. Penemuan ini makin memperkuat penuturan tutur masyarakat bahwa kompleks tersebut merupakan makam keluarga bertrah raja.
Foto : istimewaHarapan Pemuliaan Situs
Melalui doa bersama pada malam Jumat Legi ini, masyarakat serta para pemerhati budaya berharap proses pembangunan cungkup dan penataan area makam berjalan lancar. Langkah ini diharapkan dapat menjaga nilai-nilai sejarah, memuliakan jasa para leluhur, serta menjadikan Plobangan sebagai salah satu destinasi wisata religi dan cagar budaya yang bernilai di Kabupaten Wonosobo.
(Erwin)



