Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Dari Sumur Minyak untuk Warga, Ratusan KK di Gandu Terima Bagi Hasil

Rabu, September 02, 2026 | September 02, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-01T18:10:11Z

 

BLORA | KompasX.com — Aktivitas pengelolaan sumur minyak masyarakat di Desa Gandu, Kabupaten Blora, tak hanya menjadi aktivitas ekonomi. Dari hasil pengelolaan tersebut, ratusan kepala keluarga (KK) kini ikut merasakan manfaat melalui pembagian bagi hasil.

Perkumpulan Penambang Sumur Masyarakat Gendono Sejahtera kembali menyalurkan bagi hasil pengelolaan minyak Gandu kepada warga. Pembagian tersebut berlangsung pada Selasa (1/9/2026) dan disaksikan langsung Kepala Desa Gandu, Iwan Sucipto.

Bagi warga, pembagian tersebut bukan sekadar angka. Uang yang diterima dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama untuk membeli bahan pangan dan kebutuhan rumah tangga.

Ketua Perkumpulan Penambang Sumur Masyarakat Gendono Sejahtera, Agus Rumanto, mengatakan pembagian kali ini merupakan tahap ketiga yang diberikan kepada masyarakat.

“Tahap pembagian ini sudah ke tiga kalinya ke warga. Nominal Rp350.000 per KK untuk bulan Agustus ini. Total KK 540, Gendono 304, Gandu 236. Untuk Dusun Blimbing sendirian total 236 KK belum dibagikan karena masih perlu komunikasi kembali,” jelas Agus.

Menurutnya, mekanisme bagi hasil tersebut menjadi salah satu bentuk manfaat langsung dari pengelolaan sumur minyak yang dirasakan masyarakat sekitar.


Tak Lupakan Keluarga Korban Kebakaran

Di balik pembagian bagi hasil tersebut, perhatian juga diberikan kepada keluarga korban yang meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran sumur minyak di Dusun Gendono, Desa Gandu, pada tahun lalu.

Agus mengatakan, keluarga korban turut memperoleh bantuan dengan nominal berbeda sebagai bentuk kepedulian dari pihak perkumpulan.

“Keluarga korban yang meninggal dunia akibat kebakaran sumur minyak di Dusun Gendono, Desa Gandu, juga diberikan dengan jumlah nilai yang berbeda, dengan nominal satu juta,” ungkapnya.

Salah satu keluarga yang mendapat perhatian khusus adalah keluarga Sukrin. Dalam peristiwa kebakaran tersebut, dua anggota keluarganya meninggal dunia. Kini, keluarga tersebut masih memiliki seorang anak perempuan yang sedang menempuh pendidikan sekolah dasar.

Untuk keluarga Sukrin, pihak perkumpulan memberikan bagi hasil sebesar Rp3 juta.

Pemberian tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga, khususnya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dan mendukung keberlangsungan pendidikan anak yang ditinggalkan.


Warga: Bisa untuk Sembako dan Makan

Bagi warga penerima manfaat, uang yang diterima langsung memiliki arti penting. Sumi, salah seorang warga, mengaku bersyukur atas pembagian tersebut.

Dengan bahasa Jawa, ia menyampaikan terima kasih kepada pihak pengelola karena bantuan yang diterimanya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok.

“Matursuwun buat pangelola sumur minyak Gandu, kulo seneng sampun diparingi. Ngeteniki saget kulo diengge tumbas sembako, dan kagem maem,” ujar Sumi penuh rasa syukur.

Pernyataan tersebut menggambarkan bagaimana bagi hasil pengelolaan minyak tidak hanya berhenti pada aktivitas produksi, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.


Kepala Desa Apresiasi Dampak Ekonomi

Kepala Desa Gandu, Iwan Sucipto, mengapresiasi langkah perkumpulan yang memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.

Menurutnya, kontribusi dari pengelolaan tersebut tidak hanya dirasakan oleh warga desa, tetapi juga memberikan dampak lebih luas hingga tingkat kecamatan.

“Dari pemerintah satu bulan Agustus ini sudah memberikan kontribusi untuk desa, dan untuk kecamatan sendiri. Sehingga bisa bermanfaat buat masyarakat luas,” kata Iwan.

Ia menambahkan, manfaat dari kontribusi tersebut bahkan telah terlihat dalam kegiatan masyarakat, termasuk dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pembagian bagi hasil itu pun menjadi gambaran bahwa ketika potensi ekonomi lokal dikelola dan manfaatnya dibagikan kepada masyarakat, keberadaannya dapat memberikan dampak yang lebih luas.

Bagi ratusan keluarga di Gandu dan Gendono, Rp350 ribu mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi sebagian warga, nominal tersebut berarti kebutuhan dapur tetap mengepul dan kebutuhan keluarga dapat terbantu.

Di tengah aktivitas sumur minyak yang terus berjalan, harapan warga tentu sederhana: manfaat ekonomi dapat terus dirasakan masyarakat, sekaligus pengelolaannya memperhatikan keselamatan, kepentingan warga, dan keberlanjutan lingkungan.

Laporan : sari

×
Berita Terbaru Update