CALON DOKTOR ASTUTI HANDAYANI A.P., S.Pd.., M.Pd.: PEDULI BUDAYA DAN PERHATIAN TERHADAP KEMAJUAN DESA DI KELURAHAN WARUNGBOTO
Kota Yogyakarta, 21 Januari 2026 – Astuti Handayani A.P., S.Pd.,M.Pd., seorang calon doktor yang memiliki kepedulian mendalam terhadap pelestarian budaya dan pembangunan desa, mengangkat permasalahan terkait sinergi antara pembangunan manusia dengan nilai-nilai lokal dalam perjalanan doktoralnya. Berbasis di Kelurahan Warungboto, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, ia berkomitmen untuk menjadikan wilayah ini sebagai laboratorium hidup dalam mengembangkan model pembangunan yang ramah budaya dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat desa.
Kelurahan Warungboto, yang memiliki luas sekitar 0,82 km² dan penduduk lebih dari 9.000 jiwa, menjadi fokus perhatiannya karena menyimpan potensi budaya dan tantangan pembangunan yang representatif bagi daerah perkotaan di DIY. Astuti melihat bahwa banyak nilai budaya lokal yang belum sepenuhnya dimanfaatkan sebagai dasar dalam merancang program pembangunan, sehingga seringkali terjadi kesenjangan antara kebijakan dan kebutuhan masyarakat.
Sebagai pemerhati desa, ia telah terlibat dalam berbagai aktivitas pengabdian masyarakat di Warungboto, seperti pelatihan literasi budaya bagi pemuda, pendataan warisan budaya tak benda, serta membantu pengelolaan potensi ekonomi lokal berbasis kreatif. Dalam penelitian doktoralnya, ia berfokus pada bagaimana sensitivitas budaya dapat diintegrasikan ke dalam strategi pemberdayaan masyarakat, dengan harapan menghasilkan model yang dapat diadaptasi di wilayah lain.
"Ada kekayaan besar dalam budaya dan nilai-nilai lokal masyarakat Warungboto. Saya percaya bahwa pembangunan yang berkelanjutan tidak bisa terlepas dari akar budaya kita. Melalui penelitian dan pengabdian ini, saya berharap dapat berkontribusi pada kemajuan desa yang tidak hanya mengubah angka statistik, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup dan kebanggaan masyarakat terhadap identitas mereka," ujar Astuti Handayani.
Selain itu, ia juga bekerja sama dengan pemerintah lokal Kelurahan Warungboto dan berbagai pihak terkait untuk menyusun program kolaboratif yang menguatkan peran masyarakat dalam pembangunan sendiri. Langkah ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi upaya pembangunan berbasis masyarakat di tingkat lokal.
(Red/Erwin)