IMOGIRI,BANTUL | kompasX.com, 26 Januari 2026 — Di sebuah sudut Dusun Singosaren, Kelurahan Wukirsari, Kepanewon Imogiri, riuh rendah suara warga bukan sekadar obrolan biasa. Di sana, sedang tumbuh sebuah gerakan yang mengubah cara pandang masyarakat terhadap limbah rumah tangga melalui Bank Sampah Singo Ras 03. Dengan filosofi sederhana "Sampahku Tanggung Jawabku", warga RT 03 ini membuktikan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari dapur sendiri.
Ibu Daryati, sang Ketua Bank Sampah, menceritakan perjalanan panjang yang kini mulai membuahkan hasil manis. Hingga hari ini, sebanyak 63 nasabah telah bergabung dalam barisan pemilah sampah. Angka-angka yang mereka catatkan pun tak main-main: 4 ton sampah berhasil dikelola, yang kemudian berujung pada tabungan warga senilai lebih dari Rp2 juta. "Harapan kami, sampah benar-benar tuntas di masing-masing rumah tangga," ujarnya dengan penuh optimisme.
Sinergi Digital Bersama KSM Pilah Berkah
Namun, Singosaren tidak berjalan sendirian. Langkah mereka kini diperkuat oleh sentuhan profesional dari KSM Pilah Berkah. Melalui kehadiran para praktisi dan asosiasi penggiat sampah, pengelolaan di wilayah ini naik kelas dengan mengadopsi 5 Platform Layanan Utama:
Standar Regulasi: Memastikan tata kelola sampah berjalan sesuai rel aturan pemerintah.
Pendampingan Kawasan: Mengawal pengelolaan sampah berbasis wilayah secara intensif dan berkelanjutan.
Kepastian Pasar: Memberikan jaminan bahwa setiap sampah yang sudah terpilah akan diserap pasar tanpa ada yang tertolak.
Edukasi Tanpa Jeda: Memberikan pelatihan teknis berkelanjutan bagi warga.
Integrasi WCC: Memanfaatkan sistem aplikasi yang direkomendasikan Kominfo untuk terhubung langsung dengan Waste Crisis Center (WCC) KLHK secara real-time.
Menghidupkan Tanah Melalui Biopori
Edukasi teknis menjadi kunci di lapangan. Ibu Yekti Murmani dari KSM Pilah Berkah terus mengajak warga untuk "menabung" sampah organik ke dalam tanah melalui Lubang Resapan Biopori dan Mini Komposter. Teknologi sederhana ini mampu menyulap sisa sayur dan buah menjadi kompos padat yang menyuburkan bumi serta menghasilkan Pupuk Organik Cair (POC). Bahkan, warga kini mulai berani menyentuh edukasi pengolahan residu sulit seperti popok anak.
Kini, Dusun Singosaren bukan lagi sekadar nama di peta Kepanewon Imogiri. Dengan dukungan media sosial melalui akun @ksm_pilah_berkah dan @banksampahsingo.ras03, mereka sedang merajut mimpi yang lebih besar: meraih akreditasi dan sertifikasi Proper. Langkah ini diharapkan menjadi pintu pembuka bagi kolaborasi strategis dengan berbagai instansi melalui program CSR, guna mewujudkan Singosaren sebagai role model lingkungan mandiri yang benar-benar "selesai" dengan sampahnya.
(Red/Erwin)