Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Menenun Harmoni di SDN 1 Samirono: Menghadirkan Ruang Sujud bagi Setiap Jiwa

Senin, Januari 05, 2026 | Januari 05, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-05T11:11:35Z
Foto : kiri kepala desa Samirono, Selamet Juriono. Tengah kepala SDN 1 Samirono, Widiastuti S,Pd.SD. Kanan Ita Sriutami, S.Ag., S.Pd. mewakili kedermawanan keluarga Dr. Buntario Tigris, SH., SE., MH. menyerahkan kunci wihara /Foto Karya jurnalis KompasX.com Iskandar

SEMARANG | KompasX.com – Di bawah naungan sejuk lereng pegunungan, sebuah langkah mulia baru saja terukir dalam sejarah pendidikan kita. Pada Senin (5/1/2026), SDN 1 Samirono meresmikan Wihara Cetiya Putra Buddha Gemilang, sebuah sarana ibadah yang melengkapi keberadaan Masjid dan Gereja yang telah ada sebelumnya. Kehadiran fasilitas ini menjadikan SDN 1 Samirono sebagai rumah belajar yang merangkul keberagaman secara utuh di Kabupaten Semarang.

​Kelembutan Kasih dalam Simbol Peresmian

​Suasana khidmat menyelimuti seluruh hadirin saat YM Bhikkhu Sasana Bodhi Mahathera memimpin doa syukur, memohon keberkahan bagi rumah ibadah baru ini. Ketulusan niat kian terasa saat Ita Sriutami, S.Ag., S.Pd.—mewakili kedermawanan keluarga Dr. Buntario Tigris, SH., SE., MH.—menyerahkan kunci wihara kepada Kepala Sekolah, Ibu Widiastuti, S.Pd.SD.

​Momen ini disaksikan dengan penuh rasa persaudaraan oleh Kepala Desa Samirono, Bapak Slamet Juriono, beserta perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Getasan.

​Menyemai Karakter Melalui Keteladanan Nyata

​Perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Semarang, Bapak Sutrisno, menyampaikan pesan yang menyentuh sanubari. Beliau menekankan bahwa kemuliaan sebuah bangunan terletak pada nilai-nilai yang tumbuh di dalamnya.

​"Hari ini kita tidak hanya membangun dinding dan atap, melainkan membangun jembatan hati bagi putra-putri kita. Di sekolah ini, anak-anak belajar bahwa perbedaan keyakinan adalah rahmat. Mereka tidak sekadar membaca tentang toleransi, mereka menghirup udaranya setiap hari melalui kerukunan yang nyata," tutur beliau dengan bijak.

​Buah dari Ketulusan dan Gotong Royong

​Ibu Widiastuti mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas terwujudnya cetiya ini. Menurut beliau, bangunan ini adalah wujud nyata dari sinergi kasih antara donatur keluarga Dr. Buntario Tigris dan Jason Tigris, serta ketulusan masyarakat desa yang saling bahu-membahu tanpa memandang latar belakang agama.

​"Harapan kami, fasilitas ini menjadi ruang bagi anak-anak kami yang beragama Buddha untuk bertumbuh dalam nilai-nilai kebajikan. Kami ingin mereka menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara ilmu, tetapi juga memiliki kedalaman empati terhadap sesama," ungkapnya dengan penuh keteduhan.

​Menjaga Warisan Kebhinekaan

​Kepala Desa Samirono, Bapak Slamet Juriono, menegaskan komitmen desa untuk terus merawat persatuan ini. Beliau percaya bahwa keragaman yang dikelola dengan kasih sayang akan menjadi kekuatan yang tak tergoyahkan.

​Kini, SDN 1 Samirono berdiri tegak sebagai Ikon Kebhinekaan—sebuah pelita yang diharapkan dapat menerangi dunia pendidikan di Indonesia. Sebuah pesan indah dikirimkan dari Samirono: bahwa sekolah adalah tempat terbaik untuk mulai menanam benih perdamaian, saling menghormati, dan hidup berdampingan dalam harmoni yang abadi.

Penulis: iskandar

×
Berita Terbaru Update