Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Penemuan Makam Otentik Ratu Labuhan: Menguak Tabir Kejayaan Mataram Plered Melalui Pendekatan ArkeologisPLERED,

Selasa, Januari 27, 2026 | Januari 27, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-27T03:53:01Z


BANTUL. | kompasX.com -(27/1/26) Sejarah Kesultanan Mataram Islam kini memiliki pijakan fakta yang semakin kuat. Melalui proses evakuasi dan penelitian mendalam, keberadaan makam Kanjeng Ratu Mas Labuhan (Raden Ajeng Wiratsari), permaisuri dari Susuhunan Amangkurat Agung, kini telah terverifikasi secara ilmiah di kawasan situs sejarah Plered.
Sebagai bentuk penghormatan atas temuan sejarah ini, sebuah prasasti pemuliaan telah diresmikan di Komplek Pasareyan Dalem pada Rabu Pon, 12 November 2025.
Validasi Ilmiah oleh Pakar Arkeologi Senior
Kepastian lokasi makam ini bukan sekadar berdasarkan tutur lisan, melainkan hasil evakuasi teknis yang didampingi oleh tokoh-tokoh otoritas cagar budaya. Hadir langsung memimpin validasi tersebut adalah Drs. Wahyu Indrasana, seorang Arkeolog Senior sekaligus pakar dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta.
Kapasitas beliau sebagai pakar senior memastikan bahwa proses penggalian dilakukan dengan standar arkeologi yang ketat. Dalam proses tersebut, ditemukan nisan makam otentik atau batu jirat asli yang merupakan artefak kunci. Penanda makam berupa batu andesit bertuliskan Aksara Arab Pegon ini menjadi bukti fisik yang tidak terbantahkan (indisputable evidence).
Menurut tim ahli, temuan ini sangat akurat karena didukung oleh kesesuaian lokus (lokasi) dan toponim (sejarah penamaan wilayah) yang tepat dengan catatan sejarah keberadaan Kanjeng Ratu Mas Labuhan di area Masjid Agung Keraton Plered.
Penyambung Mata Rantai Sejarah Mataram
Penemuan ini menguatkan posisi Plered sebagai pusat pemerintahan Mataram Islam pada era 1645–1677. Masa ini merupakan periode krusial saat Sunan Amangkurat Agung meneruskan estafet kepemimpinan dari ayahandanya, Sultan Agung Hanyokrokusumo (1613–1645), yang berpusat di Mataram Kerto.
Ratu Labuhan sendiri, yang dikenal sebagai Ratu Mas Semarang, memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi maritim di Pantura dan merupakan ibu kandung dari Pakubuwana I.
Tonggak Sejarah dan Spirit Jati Diri Bangsa
Ditemukannya situs otentik ini diharapkan menjadi momentum besar dalam meneliti kembali alur kejayaan Mataram secara komprehensif. Situs ini bukan sekadar makam, melainkan "laboratorium sejarah" bagi generasi muda untuk mengenal akar jati diri bangsa.
Drs. Wahyu Indrasana dan tim berharap temuan ini memacu penelitian lebih lanjut untuk mengembalikan spirit kejayaan Nusantara, sehingga generasi penerus dapat mengambil pelajaran berharga dari manajemen pemerintahan dan kemandirian ekonomi yang pernah dicapai pada masa Mataram Islam di Plered.
Informasi Utama Situs:
Identitas: Kanjeng Ratu Mas Labuhan / Raden Ajeng Wiratsari.
Temuan Arkeologis: Batu Jirat Andesit, Aksara Arab Pegon (Telah divalidasi pakar BPCB).
Lokasi: Komplek Situs Pemakaman Masjid Agung Keraton Plered, Bantul, DIY.
Signifikansi: Penanda otentik era transisi Mataram Kerto ke Mataram Plered.

(Red/Erwin)
×
Berita Terbaru Update