![]() |
| Foto : Nunik warga di lingkungan RT 05 dan RT 06, Desa Deresan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Ketika Memberikan keterangan kepada awak media minggu 3 Mei 2026 |
Sudah lebih dari tujuh hari berlalu sejak kejadian, namun hingga saat ini belum terlihat tanda-tanda penyelesaian antara pemilik lahan yang terdampak dengan pihak pengelola proyek, yaitu PT Wild Bear Technology. Warga bahkan menilai masalah ini seolah diabaikan begitu saja oleh pihak yang bertanggung jawab.
Kekecewaan warga semakin bertambah karena pihak Pemerintah Desa dan instansi terkait dinilai belum memberikan peran yang maksimal. Padahal, diketahui bahwa Komisi C DPRD Kabupaten Semarang pun pernah melakukan kunjungan langsung ke lokasi kejadian untuk melihat keadaan secara nyata. Namun, hingga berita ini disusun, belum ada tindak lanjut konkret atau solusi yang disampaikan kepada warga yang menjadi korban.
Ibu Nunik, salah satu pemilik lahan yang paling terdampak, menyatakan bahwa dirinya dan warga lain sepakat untuk mengajukan permohonan ganti rugi atas kerugian yang dialami. Sayangnya, hingga saat ini tidak ada pendampingan resmi dari pihak berwenang yang membantu mereka dalam proses negosiasi dengan pihak perusahaan.
Karena merasa tidak ada perhatian, Ibu Nunik akhirnya mengambil langkah sendiri dengan memasang garis batas di sekitar lokasi yang dianggap berbahaya. Hal ini dilakukan mengingat timbunan tanah di lokasi proyek sudah mencapai ketinggian sekitar 6 meter, dan dikhawatirkan akan longsor sewaktu-waktu serta membahayakan keselamatan warga yang melintas di sekitarnya.
Menurut penuturan Ibu Nunik, lahan yang rusak itu adalah satu-satunya tanah yang dimilikinya, yang rencananya akan digunakan untuk memperluas rumah tinggalnya. Namun rencana itu kini harus kandas. Menurutnya, ini adalah kali keempat kejadian banjir dan kerusakan serupa terjadi di wilayah tersebut, namun belum pernah ada solusi permanen yang diberikan. Ia pun mengeluh karena tidak ada pihak pemerintah desa maupun dinas yang berwenang yang berusaha memfasilitasi penyelesaian masalah ini secara serius.
Kondisi ini memunculkan sejumlah pertanyaan besar di kalangan warga. Bagaimana tanggung jawab PT Wild Bear Technology atas kerugian dan risiko keselamatan yang dialami warga? Apa langkah nyata yang akan diambil oleh dinas terkait untuk melindungi hak dan keselamatan warganya? Bahkan, muncul dugaan di kalangan masyarakat: apakah ada dukungan atau perlindungan dari pihak tertentu yang membuat para pejabat dan instansi berwenang seolah menutup mata terhadap masalah yang terus berulang ini?
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu tanggapan dan tindakan nyata dari semua pihak terkait agar hak-hak mereka terpenuhi dan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Laporan: Sari
