BANTUL | kompasX.com - 24 Januari 2026
Kalurahan Wukirsari kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan taraf hidup kelompok lanjut usia (lansia). Melalui peresmian Sekolah Lansia GINASTEL (Gigi Sehat, Badan Kuat dengan Sekolah Terpadu Lansia) ke-11 di Dusun Manggung, Sabtu (24/1), pemerintah setempat berupaya mewujudkan kemandirian lansia berbasis komunitas.
Program yang diberi nama Sekolah Terpadu Lansia GINASTEL Rukun Wreda ini bertujuan menjadi wadah pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning). Dengan kurikulum yang terukur, para peserta dijadwalkan akan menempuh pendidikan hingga mencapai jenjang wisuda Standar 1 (S1) pada Desember 2026 mendatang.
Mendorong Lansia Mandiri dan Produktif
Lurah Wukirsari, Susilo Hapsoro, SE, dalam pidato pembukaannya menyatakan bahwa sekolah ini bukan sekadar ajang berkumpul, melainkan instrumen penting untuk memantau kesehatan fisik dan mental para orang tua di wilayahnya.
"Kami ingin para lansia di Wukirsari tetap berdaya. Melalui sekolah ini, mereka tidak hanya mendapatkan ilmu kesehatan, tetapi juga dukungan psikologis untuk tetap aktif dan produktif di lingkungan masyarakat," jelas Susilo.
Edukasi Sindrom Geriatri
Founder Sekolah Lansia GINASTEL, drg. Prasasti Bintarum, hadir memberikan edukasi mendalam mengenai Sindrom Geriatri. Dalam pemaparannya, tenaga medis dari Puskesmas Imogiri 1 ini menekankan pentingnya pencegahan dini terhadap penyakit-penyakit degeneratif yang kerap menyerang usia senja.
Penyampaian materi dilakukan dengan pendekatan yang humanis dan interaktif, memastikan 90 peserta yang hadir dapat menyerap informasi dengan optimal. Selain materi teori, para peserta juga diwajibkan mengikuti pemeriksaan fisik berkala, meliputi:
Pemeriksaan tekanan darah (tensi).
Pengukuran indeks massa tubuh (berat dan tinggi badan).
Deteksi risiko penyakit melalui pengukuran lingkar perut.
Implementasi Prinsip 3B
Sebagai bentuk evaluasi berkelanjutan, pengelola sekolah menekankan penerapan prinsip 3B (Bersyukur, Bahagia, dan Bergerak) sebagai tugas rumah bagi para peserta. Hal ini diharapkan dapat menjadi kebiasaan baru yang meningkatkan kualitas hidup harian mereka.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serba Guna Lapangan Demi ini ditutup dengan sesi senam otak dan senam anti-stroke, yang merupakan bagian dari kurikulum kesehatan fisik Sekolah GINASTEL. Turut hadir dalam acara tersebut jajaran perangkat kalurahan, tim penggerak PKK, serta tokoh agama setempat, H. Zamroni, yang memimpin prosesi doa syukur.
(Red/Erwin)