BANTUL | kompasX.com ( 27/1/26) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) terus memperkuat perannya sebagai garda terdepan dalam aksi sosial dan kemanusiaan di wilayah Kabupaten Bantul. Hal ini ditegaskan oleh Pujiono, tokoh yang kini aktif di LPBI NU PCNU Bantul.
Dalam wawancara eksklusif, Pujiono yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Sekretariat Markas (Kasetma) Banser, mengungkapkan bahwa organisasi di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) ini memiliki struktur yang sangat solid dan sistematis.
Struktur Akar Rumput
Kekuatan organisasi ini terletak pada jaringannya yang menjangkau hingga ke level terbawah. Di Kabupaten Bantul, kepengurusan terbagi secara hierarkis mulai dari Pengurus Cabang (PC) di tingkat kabupaten, Pengurus Anak Cabang (PAC) di tingkat kecamatan, hingga Pengurus Ranting di tingkat desa dan Anak Ranting di tingkat dusun.
"Struktur ini memastikan bahwa setiap instruksi dan aksi kemanusiaan bisa langsung menyentuh masyarakat yang membutuhkan secara cepat," ujar Pujiono.
Spesialisasi Satuan Banser
Meski sering terlihat dalam pengamanan acara keagamaan, Banser memiliki berbagai satuan khusus dengan fungsi yang spesifik:
BAGANA (Banser Tanggap Bencana): Fokus pada evakuasi dan penanganan bencana alam.
BALANTAS (Banser Lalu Lintas): Membantu kelancaran arus lalu lintas pada kegiatan kemasyarakatan.
Banser Maritim: Ditempatkan untuk pengamanan dan kegiatan di wilayah pesisir.
Banser Protokoler: Bertugas dalam pengamanan kiai dan tokoh-tokoh agama.
Pujiono juga meluruskan persepsi publik mengenai tindakan Banser di lapangan. Menurutnya, Banser bertindak sebagai langkah preventif untuk menjaga ketertiban sosial dan mencegah penyebaran paham yang berpotensi memecah belah bangsa.
Alur Kaderisasi
Bagi masyarakat yang ingin berkhidmat, terdapat aturan kaderisasi yang ketat. Calon anggota harus membawa identitas diri dan mendapatkan rekomendasi dari takmir masjid setempat yang berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah.
Adapun jenjang pendidikan wajib yang harus ditempuh adalah:
PKD (Pendidikan Kepemimpinan Dasar) bagi mereka yang masuk melalui jalur Ansor.
Diklatsar (Pendidikan dan Latihan Dasar) bagi mereka yang ingin bergabung menjadi anggota Banser.
Saat ini, koordinasi pusat kegiatan dilakukan melalui kantor yang berlokasi di Jl. Marsda Adisucipto No. 45, Bantul, Yogyakarta. Melalui LPBI NU dan Banser, NU berkomitmen untuk terus hadir memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang perbedaan.
(Red/Erwin)