Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Sinergi di Awal Tahun: KWT Subur Sejahtera Nogosari 1 Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Inovasi dan Disiplin Pertanian

Selasa, Januari 27, 2026 | Januari 27, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-27T14:48:40Z
IMOGIRI, BANTUL | kompasX.com
27/1/26
 Semangat kemandirian pangan terpancar jelas dari raut wajah para anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Subur Sejahtera Nogosari 1. Mengawali agenda di tahun 2026, kelompok tani yang telah eksis sejak 2011 ini menggelar pertemuan rutin perdana di rumah Ibu Sugiyem, RT 04 Nogosari 1, Wukirsari, Imogiri, Selasa (27/01/2026).
      Foto : istimewa

Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Ibu Sarjiyem selaku Ketua KWT ini bukan sekadar ajang kumpul biasa, melainkan momentum koordinasi strategis untuk menyukseskan program pertanian sepanjang tahun ini.
Pemanfaatan Jatah Pupuk dan Budidaya Kelapa Genjah
Hadir sebagai narasumber sekaligus pendamping teknis, perwakilan dari BPPP Imogiri yang terdiri dari Bapak Noviyanto H. Nugroho, Bapak Suwarno, dan Ibu Subawani memberikan sejumlah poin krusial.
Bapak Noviyanto mengingatkan para anggota untuk disiplin dalam menebus jatah pupuk bersubsidi yang sudah tersedia. Menurutnya, ketepatan waktu dalam pengambilan sangat penting agar hak petani tidak hangus dan dapat mendukung produktivitas lahan secara maksimal.
Selain itu, perhatian khusus diberikan pada bibit Kelapa Genjah Pandan Wangi.
"Kualitas bibit ini luar biasa. Pohonnya pendek sehingga aman dan mudah dipanen, serta masa tumbuhnya cepat. Jika dirawat dengan sungguh-sungguh, dalam 3 hingga 5 tahun ke depan kita sudah bisa menikmati hasilnya," ujar tim BPPP.
Melangkah ke Hilirisasi Produk
Senada dengan hal itu, Bapak Suwarno mendorong KWT Subur Sejahtera untuk tidak hanya berhenti di tahap menanam. Ia memacu para anggota untuk mulai melirik potensi hilirisasi, yakni mengolah hasil tani dari pekarangan dan demplot menjadi produk kuliner kreatif. Dengan adanya inovasi olahan, nilai ekonomi hasil panen anggota akan meningkat drastis.
Filosofi 3S: Kunci Keberhasilan Bertani
Di sisi lain, Ibu Subawani menyentuh sisi emosional dan spiritual dalam bertani. Ia membagikan resep keberhasilan kelompok melalui prinsip 3S (Semangat, Solid, Sabar).

      foto : istimewah

"Tanaman itu makhluk hidup. Jika kita memperlakukan mereka dengan kasih sayang layaknya teman, mereka pun akan membalas kebaikan kita dengan hasil yang melimpah," tuturnya.
Tradisi yang Terjaga
KWT Subur Sejahtera memang dikenal sebagai kelompok yang aktif, baik di level kalurahan hingga provinsi. Konsistensi mereka sejak 15 tahun lalu terbukti dengan banyaknya program pemerintah dan dewan yang berhasil dikelola dengan sukses.
Seperti biasa, pertemuan ditutup dengan kehangatan arisan anggota dan pembacaan doa Asmaul Husna bersama-sama, memohon keberkahan untuk tanah dan usaha yang mereka kelola.

(Red/Erwin)
×
Berita Terbaru Update