Kompasx. com// Tanggamus - Pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMPN 1 Gisting, Kabupaten Tanggamus, menjadi sorotan publik. Sekolah dasar Negeri yang dipimpin oleh Heri Nurdin tersebut, tercatat menerima alokasi dana BOS yang cukup Pantatis.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh media ini, SMPN 1 Gisting menerima dana BOS dengan total nilai mencapai Rp. 733.700.000., dana tersebut diterima dari jumlah peserta didik sebanyak 667 siswa, pada tahun anggaran berjalan.
Diketahui, Heri Nurdin menjabat sejak April 2023 lalu, dari mulai pengalokasian dan dan proses realisasi perihal dana BOS disekolah setempat, sudah menjadi tanggung jawab dirinya hingga saat ini.
Munculnya dugaan terjadinya praktik manipulasi data, dan syarat terjadi Korupsi, dapat dilihat dari perjalan realisasi dana BOS di sekolah satu ini, dari besaran dana yang diterima sekolah setiap tahun dengan penempatan realisasi, terbilang jauh dari kata sesuai.
Misal dalam waktu dekat saja, yaitu tahun 2025, pihak sekolah menganggarkan dana sebesar Rp. 123.003.200., untuk pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah, menurut Heri dana tersebut digunakan untuk pengecetan taman, sedangkan disisi lain, ada berapa ruang kelas yang justru nampak belum tersentuh dana perawatan.
"Ditahun 2025 kita ngecet seperti yang didepan ini bang, "(Pondasi Taman)", itu saja udah berapa?, belum lagi perawatan yang lain seperti pintu dan yang lain-lainnya" Ungkap kepala sekolah saat ditemui Rabu, (11/02/2026).
Tak sampai disitu saja, kata Heri, kebutuhan sekolah bukan hanya perihal sarana dan prasarana, melainkan banyak kegunaan yang lain yang perlu dipertimbangkan, seperti kegiatan ektra kurikuler, sedangkan dalam data, untuk kegiatan ekstrakulikuler sudah memiliki dana tersediri, terhitung sejak tahun 2023 hingga 2025 dana tersebut mencapai Rp. 258.096.600.
Sedangkan berdasarkan data realisasi pula, dana untuk pemeliharaan sejak tahun 2023 hingga saat ini mencapai Rp. 411.572.200., belum lagi di tambah dengan dana pengembangan perpustakaan yang dinilai janggal dalam penyerapan nya.
Publik berhak tahu, apakah dana tersebut benar-benar terserap untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, atau hanya sekadar menjadi bumbu dalam laporan pertanggungjawaban yang indah di atas kertas namun busuk di lapangan.
Di Gisting pendidikan tampaknya tidak sedang dibangun, melainkan sedang dirayakan kehancurannya dalam diam. Dan anggaran ratusan juta itu? hanya menjadi angka-angka cantik di balik pintu-pintu kelas yang dikunci rapat oleh sang penjaga sekolah.
Catatan Redaksi:
Redaksi memberikan ruang seluas-luasnya bagi pihak-pihak yang disebutkan dalam artikel ini untuk memberikan hak jawab, sanggahan, maupun klarifikasi sesuai dengan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik.
Pewarta : Roli
