Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Optimalisasi Limbah Peternakan Jadi Pupuk Organik Dinilai Mampu Perkuat Ketahanan Pangan Petani Wonogiri

Kamis, Maret 05, 2026 | Maret 05, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-05T14:32:25Z
Foto : Ketika pengolahan pupuk

Wonogiri | KompasX.com – Pemanfaatan limbah peternakan, khususnya kotoran sapi, dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesuburan tanah sekaligus memperkuat ketahanan pangan rumah tangga petani di Kabupaten Wonogiri. Hal tersebut disampaikan Anding Sukiman, mahasiswa Program Doktor (S3) Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang, dalam kajiannya mengenai optimalisasi limbah peternakan sebagai pupuk organik.

Dalam tulisannya, Anding menjelaskan bahwa Kabupaten Wonogiri merupakan wilayah agraris dengan potensi lahan pertanian yang cukup luas. Berdasarkan data statistik, luas lahan pertanian di wilayah tersebut mencapai sekitar 121.207 hektar, yang terdiri dari 32.569 hektar lahan sawah dan 88.638 hektar lahan tegalan atau kebun.

Namun demikian, potensi lahan yang besar tersebut belum sepenuhnya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan jumlah penduduk Wonogiri pada tahun 2025 sekitar 1,057 juta jiwa, dengan jumlah penduduk miskin mencapai 91.950 jiwa atau sekitar 9,59 persen dari total penduduk. Garis kemiskinan di wilayah ini tercatat sebesar Rp479.566 per kapita per bulan.

Menurut Anding, salah satu faktor yang mempengaruhi rendahnya produktivitas pertanian adalah kondisi kesuburan tanah yang masih tergolong rendah. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kandungan karbon organik tanah di Wonogiri berada pada kisaran 0,84 persen hingga 2 persen, yang tergolong rendah hingga sedang.

“Rendahnya kandungan bahan organik tanah dapat menurunkan kapasitas tanah dalam menahan air, mengurangi ketersediaan unsur hara, serta berdampak pada produktivitas tanaman,” jelasnya.

Data statistik tahun 2025 menunjukkan bahwa produktivitas padi di Kabupaten Wonogiri masih berada di kisaran 5,2 ton per hektar. Jika dibandingkan dengan jumlah petani yang mencapai 194.951 orang berdasarkan hasil Sensus Pertanian 2023, sebagian besar di antaranya masih tergolong petani kecil atau petani gurem dengan penguasaan lahan kurang dari 0,5 hektar, yaitu sekitar 129.967 orang.

Potensi Besar Kotoran Sapi

Dalam kajian tersebut juga dijelaskan bahwa Wonogiri memiliki potensi limbah peternakan yang cukup besar untuk dimanfaatkan sebagai pupuk organik.

Berdasarkan data statistik tahun 2024, populasi sapi di Kabupaten Wonogiri mencapai sekitar 137.944 ekor. Dengan asumsi satu ekor sapi menghasilkan sekitar 10 kilogram kotoran per hari, maka total potensi kotoran sapi yang dihasilkan dapat mencapai sekitar 503.496 ton per tahun.

“Setelah melalui proses pengomposan dengan penyusutan sekitar 50 persen, potensi pupuk kompos yang dihasilkan diperkirakan mencapai sekitar 250.000 ton per tahun,” ungkapnya.

Jika kebutuhan pupuk kompos untuk memperbaiki kandungan bahan organik tanah sekitar 10 ton per hektar, maka jumlah tersebut dapat digunakan untuk memupuk sekitar 25.000 hektar lahan sawah setiap tahun.

Jumlah ini dinilai cukup signifikan mengingat luas lahan sawah di Kabupaten Wonogiri sekitar 32.569 hektar, sehingga sebagian besar lahan sawah berpotensi dipupuk menggunakan pupuk organik apabila limbah peternakan dimanfaatkan secara optimal.

Berpotensi Tingkatkan Produksi Padi

Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan pupuk organik mampu meningkatkan produktivitas padi secara signifikan.

Penggunaan pupuk kompos sebanyak 10–20 ton per hektar yang dikombinasikan dengan pupuk anorganik dapat meningkatkan produksi padi sekitar 10 hingga 30 persen.

Dengan kondisi produktivitas padi Wonogiri saat ini sekitar 5,2 ton per hektar, penerapan sistem pemupukan semi-organik berbasis kompos berpotensi meningkatkan hasil panen menjadi sekitar 6 hingga 6,8 ton per hektar.

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa setiap penambahan pupuk kandang sapi sebesar 1 ton per hektar dapat meningkatkan produksi gabah sekitar 0,097 ton per hektar.

Apabila penggunaan kompos mencapai 10 ton per hektar dan diterapkan pada lahan seluas 25.000 hektar, maka potensi peningkatan produksi gabah diperkirakan dapat mencapai sekitar 24.250 ton.

Dukung Ketahanan Pangan Petani

Anding menilai bahwa optimalisasi pemanfaatan limbah peternakan sebagai pupuk organik tidak hanya berdampak pada peningkatan kesuburan tanah, tetapi juga dapat memperkuat ketahanan pangan rumah tangga petani.

Selain itu, penggunaan pupuk organik juga dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia yang harganya terus meningkat.

“Pemanfaatan limbah peternakan secara optimal dapat menjadi solusi berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperbaiki kesejahteraan petani di Kabupaten Wonogiri,” pungkasnya.



Edvin Riswanto

×
Berita Terbaru Update