BANTUL | kompasX.com – Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Yogyakarta kembali menunjukkan kepedulian sosialnya melalui kegiatan bertajuk "Ifthar Bahagia" yang dilaksanakan pada Minggu, 15 Maret 2026. Bertempat di LKSA Omah Ngaji Jogja, Jalan Wonosari, acara ini menjadi momen spesial bagi para santri yatim penghafal Al-Qur'an untuk berbagi keceriaan di bulan Ramadan.
Ketua TDA Jogja, Achmad Sirojuddin, menyampaikan bahwa agenda ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang terus dijalankan oleh komunitas pengusaha tersebut.
"TDA rutin mengadakan agenda tahunan ini. Sejak 2023 dan 2024 kami adakan di Panti Difabel Mukti Insani, tahun 2025 di Yayasan Rumah Bayi Indonesia, dan tahun ini kami bersyukur bisa melaksanakannya di Omah Ngaji Jogja," ujar Mas Ahmad dalam sesi wawancara.
Spirit Tangan Di Atas
Meskipun TDA Jogja memiliki anggota lebih dari 900 orang, perwakilan yang hadir pada sore hari itu berjumlah sekitar 40 orang untuk mendampingi para santri. Achmad menekankan bahwa esensi dari kegiatan ini adalah memperkuat filosofi nama komunitas itu sendiri, yaitu menjadi "Tangan Di Atas".
"Ramadan adalah momen tepat untuk berbagi. TDA punya spirit berbagi, baik itu berbagi ilmu maupun berbagi kebahagiaan seperti sore hari ini. Ini adalah wasilah kita untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan membahagiakan anak yatim," tambahnya.
Ikhtiar Jalur Langit
Di tengah kondisi ekonomi dan dunia usaha yang dinamis,
Achmad berpesan kepada seluruh anggota TDA Jogja untuk tidak kehilangan semangat berbagi. Menurutnya, kesuksesan bisnis tidak hanya diraih melalui strategi teknis, tetapi juga melalui "jalur langit".
"Usaha mungkin sedang naik-turun, tapi jangan sampai hilang semangat berbaginya. Kita lengkapi ikhtiar kita dengan doa dan menyempurnakannya melalui jalur langit, salah satunya dengan membahagiakan sesama," pungkas pengusaha yang juga sedang mengembangkan proyek properti di kawasan jalan Kadipaten tersebut.
Acara yang dimulai sejak pukul 15.30 WIB ini berlangsung khidmat dengan nuansa pakaian berwarna putih. Selain berbuka puasa bersama, para peserta juga melakukan interaksi hangat bersama santri, menciptakan suasana kekeluargaan yang erat sebelum ditutup dengan salat Maghrib berjamaah.
(Red / Erwin)