Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Gebyar Halal dan UMKM Ekraf di Taman Pintar memanfaatkan ramainya wisata keluarga untuk memperkuat ekonomi pelaku usaha lokal.

Selasa, Juni 30, 2026 | Juni 30, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-30T07:04:49Z

.                           foto: istimewa
YOGYAKARTA | KompasX.com ,,, Libur sekolah membawa denyut baru bagi pelaku UMKM Jogja. Di tengah ramainya keluarga yang memadati kawasan Taman Pintar, para pelaku usaha memanfaatkan momentum itu untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan penjualan.

Semangat tersebut diwujudkan melalui Gebyar Halal dan UMKM Ekraf yang digelar komunitas Nglarisi UMKM Jogja di kawasan Taman Pintar, Minggu (28/6/2026), dengan dukungan penuh Bank Jateng Syariah Kantor Cabang Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini menargetkan kenaikan omzet peserta hingga 50–70 persen.

Strategi Disesuaikan dengan Karakter Pengunjung

Berbeda dari bazar pada umumnya, penyelenggara menyusun komposisi tenant berdasarkan karakter pengunjung Taman Pintar yang didominasi keluarga. Karena itu, produk kuliner dan kerajinan diperbanyak dibandingkan sektor fesyen.

                          Foto : istimewa

Founder Nglarisi UMKM Jogja, Dyah Marini, mengatakan langkah tersebut dipilih agar produk yang ditawarkan lebih sesuai dengan kebutuhan wisatawan.

"Kita memang sengaja tidak banyak di fashion-nya karena Taman Pintar kan untuk bermain. Otomatis kami lebih banyak menghadirkan kuliner dan craft," ujarnya.

Sebanyak 21 pelaku UMKM mengisi sekitar 20 stan. Produk yang dipasarkan juga dipilih agar memiliki keunikan dan tidak mudah ditemukan di tempat lain sehingga mampu menarik minat pengunjung.

Wakil Pimpinan Bank Jateng Syariah Kantor Cabang Daerah Istimewa Yogyakarta, Hendro Cahyo Nugroho, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Bank Jateng Syariah akan terus mendukung pengembangan UMKM di DIY.

                           Foto : istimewa

Fokus pada Dampak Nyata bagi Pelaku Usaha

Bagi penyelenggara, ukuran keberhasilan kegiatan bukan sekadar jumlah pengunjung, melainkan peningkatan penjualan yang dirasakan para pelaku usaha.

"Kita kalau membuat acara itu sukses ya UMKM-nya harus laris. Makanya kami memilih momen liburan karena pengunjung pasti banyak," kata Dyah.

Penasihat sekaligus pendamping Nglarisi UMKM Jogja, Marlina Handayani, menegaskan pihaknya akan terus mendampingi anggota agar produk UMKM semakin dikenal melalui sinergi dan kolaborasi dengan berbagai mitra. Pendampingan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas produk dan pelayanan sesuai kebutuhan pasar saat ini.

                           Foto : istimewa

Untuk menjaga kualitas, seluruh peserta telah melalui proses kurasi. Pelaku usaha kuliner diwajibkan memiliki sertifikat halal atau izin PIRT, sedangkan sektor nonkuliner minimal memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).

Legalitas dan Kolaborasi Perkuat Ekonomi Kreatif DIY

Dukungan terhadap penguatan UMKM juga datang dari Dinas Pariwisata DIY. Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata DIY, Iwan Pramana, mengatakan pembinaan dilakukan melalui pelatihan, inkubasi bisnis, temu usaha, hingga membangun jejaring dengan berbagai mitra strategis.

"Kami mulai dari peningkatan kapasitas melalui pelatihan, inkubasi, temu bisnis, hingga membangun jejaring dengan berbagai mitra strategis," jelasnya.

Saat ini sekitar 101.000 pelaku ekonomi kreatif di DIY telah memiliki NIB. Pemerintah masih mendorong pelaku usaha lainnya untuk segera mengurus legalitas agar semakin mudah berkembang.

Manfaat kegiatan ini juga dirasakan langsung oleh peserta. Cecilia, pelaku usaha asal Sedayu, Bantul, mengaku omzet usahanya dapat meningkat signifikan ketika mengikuti kegiatan di lokasi strategis seperti Taman Pintar.

"Bisa sampai dua kali lipat dibanding hari biasa. Memang tergantung acaranya, tetapi minimal pasti ada peningkatan," katanya.

Momentum libur sekolah menunjukkan bahwa kolaborasi antara komunitas, lembaga keuangan, pemerintah, dan pelaku usaha mampu membuka peluang ekonomi yang lebih luas. Bagi Yogyakarta, ruang promosi seperti ini menjadi bagian penting dalam memperkuat UMKM lokal agar semakin berdaya saing dan dekat dengan masyarakat.

( Red / Johnson)

×
Berita Terbaru Update