Bantul | KompasX.com, 28Juli 2026– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul menyelenggarakan Pelatihan Pengenalan Drone untuk Navigasi dan Pemetaan Kebencanaan, pada tanggal 23–24 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam memanfaatkan teknologi drone sebagai salah satu perangkat pendukung penanggulangan bencana, mulai dari tahap mitigasi, tanggap darurat, hingga pascabencana. Foto : istimewa
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bantul, Bapak Mujahid Amrudi, S.I.P. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya penguasaan teknologi terkini sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan dan efektivitas penanganan bencana di Kabupaten Bantul.
Sebagai narasumber utama, BPBD Kabupaten Bantul menghadirkan Franko Nero, S.P., Direktur Indonesia Drone Training Center (IDTC) sekaligus Instruktur Pilot Drone berlisensi. Pada kesempatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman menyeluruh mengenai teknologi drone, mulai dari pengenalan dasar, jenis-jenis drone sesuai kebutuhan operasional, prosedur keselamatan penerbangan, hingga regulasi penggunaan drone yang mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 37 Tahun 2020 dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 63 Tahun 2021.
Foto : istimewaPeserta pelatihan berasal dari berbagai unsur, di antaranya personel BPBD Kabupaten Bantul, tim Search and Rescue (SAR), serta kelompok relawan kebencanaan. Keberagaman peserta diharapkan mampu memperkuat koordinasi lintas sektor dalam pemanfaatan teknologi drone saat menghadapi situasi darurat.
Selain penyampaian materi di dalam kelas, kegiatan juga dilengkapi dengan sesi praktik lapangan. Pada sesi ini, peserta diperkenalkan dengan teknik dasar drone mapping untuk mendukung kegiatan mitigasi bencana, pemetaan wilayah terdampak saat tanggap darurat, hingga dokumentasi dan analisis kondisi pascabencana. Melalui praktik langsung tersebut, peserta memperoleh pengalaman operasional dalam mengumpulkan data udara yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan secara cepat dan akurat.
Foto : istimewaPemanfaatan drone dalam kebencanaan dinilai memiliki berbagai keunggulan, antara lain mempercepat proses survei wilayah terdampak, meningkatkan keselamatan petugas di lapangan, serta menghasilkan data visual dan spasial yang lebih akurat untuk mendukung perencanaan penanganan bencana.
Foto : istimewaKegiatan pelatihan berlangsung dengan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari seluruh peserta. Diharapkan, kemampuan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan dalam mendukung upaya penanggulangan bencana di Kabupaten Bantul, sehingga proses mitigasi, respons darurat, dan pemulihan pascabencana dapat dilakukan secara lebih efektif, cepat, dan berbasis teknologi.
(Erwin)




