Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Perkuat Keberlanjutan Akses Air Bersih, Kemendesa PDT, Solar Chapter, dan WVI Latih Komite Air di Sumba Barat Daya

Kamis, Agustus 13, 2026 | Agustus 13, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-13T04:15:07Z

.                          foto : istimewa
SUMBA BARAT DAYA, | Kompas x.com — Penanganan krisis air bersih di Daerah Tertinggal memerlukan lebih dari sekadar pembangunan fisik. 

Mengingat pentingnya aspek keberlanjutan, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendesa PDT) berkolaborasi dengan Solar Chapter dan Wahana Visi Indonesia (WVI) menyelenggarakan pelatihan penguatan kapasitas bertajuk _"Solar Champions: Water Committee"_. 

Kegiatan yang berlangsung pada 5–7 Agustus 2026 di Desa Kalena Wano, Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ini bertujuan memperkuat tata kelola dan kesiapan lembaga pengelola air di tingkat desa. 

Direktur Penyerasian Pembangunan Sarana dan Prasarana Daerah Tertinggal Kemendesa PDT, Teguh Hadi Sulistiono, menekankan pentingnya komitmen masyarakat dalam memelihara infrastruktur yang telah dibangun. 

"Air itu berkat Tuhan, tetapi air harus kita jaga. Dan ini bergantung pada kuatnya komite air, keberfungsian sistem yang ada, serta bagaimana kita bisa meningkatkan pemanfaatan air,"_ tegas Teguh.

*Faktor Kelembagaan Jadi Tantangan Utama*

Masalah tidak aktifnya lembaga pengelola di desa kini menjadi perhatian utama. Berhentinya pengoperasian sarana air kerap kali bukan dikarenakan masalah teknis semata, melainkan ketiadaan pengelola yang aktif. 

Head of Program Solar Chapter, Sonya Teresa Debora, menjelaskan bahwa data internal mengonfirmasi tingginya kontribusi faktor kelembagaan terhadap krisis operasional sarana air. 

"Dari data yang dimiliki Solar Chapter di Mengalir.co, ada sekitar 170-an desa yang tidak beroperasi airnya. Dari desa-desa itu, kita telisik lebih jauh dan ketahui bahwa 73 persen lembaganya berhenti beroperasi. Maka dari itu, kita bisa belajar bahwa komite air dan perannya menjadi sentral dalam keberlanjutan sistem air,"_ papar Sonya.

Senada dengan hal tersebut, Koordinator Program Wahana Visi Indonesia, Yohannes Tanaboleng, menyebutkan bahwa ketersediaan infrastruktur fisik tidak otomatis menjamin fungsi jangka panjang. Keberlanjutan sarana air sangat ditentukan oleh kesiapan serta komitmen seluruh pihak, terutama para pengelola di lapangan. 

*Pelatihan Komprehensif Bagi Pemuda dan Komunitas Desa*

Melalui program Solar Champions, para pemuda dan profesional muda NTT dibekali pemahaman teknis maupun tata kelola. Program yang diinisiasi oleh Solar Chapter sejak tahun 2025 ini kini dijalankan secara kolaboratif bersama Kemendesa PDT dan WVI untuk memperluas jangkauan dampaknya. 

Pelatihan tahun ini diikuti oleh 60 peserta _(perempuan dan laki-laki berusia 20–60 tahun)_ yang berasal dari 14 desa di Sumba Barat Daya. Selama tiga hari, peserta menerima kombinasi materi teori dan praktik lapangan mengenai:  

- Perlindungan sumber mata air.  

- Pengoperasian dan pemeliharaan sistem pompa air tenaga surya.  

- Tata kelola sistem air dan penguatan kelembagaan.  

- Keterampilan kepemimpinan serta peluang usaha/ekonomi berbasis ketersediaan air. 

Sesi pelatihan diampu oleh tiga mentor ahli: Emmanuel Danga _(Dinas PU Sumba Barat Daya)_, Ferdi Jermias _(PERUMDA Kota Kupang)_, dan Ayang Penlaana _(WASH Engineer Specialist)_. 

Sebagai bentuk evaluasi, peserta mengikuti ujian pemahaman serta menyusun Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) dan Komitmen Bersama. 

*Sinergi Lintas Sektor Menuju Swasembada Air Desa*

Kegiatan penutupan diwarnai dengan penandatanganan Dokumen Komitmen Bersama oleh pihak Kemendesa PDT, Pemkab Sumba Barat Daya, Solar Chapter, Wahana Visi Indonesia, perwakilan Kepala Desa, serta pengurus komite air dari 14 desa. Penandatanganan ini menandai kesepakatan kolektif dalam pengawalan fungsi dan tata kelola air secara berkesinambungan. 

                          Foto : istimewa 

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sumba Barat Daya, Benyamin Kabba, S.E., mengapresiasi kolaborasi ini dan mengajak masyarakat menjaga sarana yang telah terbangun. 

_"Air bersih adalah kebutuhan kita semua, sehingga kita harus jaga! Sarana air bersih yang sudah terbangun, baik oleh pemerintah maupun oleh teman-teman WVI dan Solar Chapter, baiknya kita jaga dengan sungguh-sungguh agar panjang manfaatnya untuk anak cucu kita,"_ ujar Benyamin.

Investasi pada pengembangan kapasitas sumber daya manusia dinilai sebagai fondasi kunci. Keberhasilan program air bersih tidak hanya diukur dari terpasangnya jaringan fisik, tetapi dari kemandirian masyarakat dalam mengelola, merawat, dan memanfaatkannya demi terwujudnya swasembada air desa di Indonesia.

(Erwin)

×
Berita Terbaru Update