IMOGIRI, BANTUL | kompasX.com, – Mahasiswa KKN Tematik Keamanan Pangan Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) Kelompok 4 resmi membentuk dan mendampingi kader keamanan pangan di Singosaren, Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Langkah strategis ini diawali sejak 1 Agustus 2026 guna memperkuat budaya konsumsi dan pengolahan pangan sehat dari lingkungan rumah tangga hingga sekolah.
Foto : istimewaProgram kaderisasi ini menggaet 8 kader dari lima RT di Padukuhan Singosaren. Para kader diproyeksikan menjadi agen perubahan yang secara berkelanjutan mengedukasi masyarakat sekitar.
Bimbingan Teknis Berstandar BPOM*
Pasca pembentukan, para mahasiswa memberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) intensif kepada 8 kader pada 12, 14, 16, dan 17 Agustus 2026. Pembekalan ini mengacu pada materi resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Materi komprehensif yang disampaikan mencakup:
*5 Kunci Keamanan Pangan*
*5 Kunci Keamanan Pangan Keluarga*
*5 Kunci Keamanan Pangan Siap Saji*
*5 Kunci Keamanan Pangan Olahan*
*5 Kunci Keamanan Ritel*
*5 Kunci Keamanan Pangan Sekolah*
Foto : istimewaHasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman materi secara signifikan. Berdasarkan data pre-test dan post-test, nilai rata-rata peserta melonjak dari 4,5 menjadi 6,3.
*Pendampingan Edukasi Komunitas*
Setelah dibekali pengetahuan teknis, para kader langsung terjun membagikan ilmunya kepada masyarakat wilayah Singosaren dengan pendampingan tim KKN UMBY.
Edukasi menyasar berbagai komunitas warga, seperti kelompok PKK, Dasawisma (Dawis) tingkat RT, hingga kelompok remaja.
Imah Soimah, kader perwakilan RT 01 Padukuhan Singosaren, mengapresiasi keberlanjutan program ini.
"Program kerja ini sangat bermanfaat terutama bagi ibu rumah tangga. Meskipun sebagian besar sudah paham, memang perlu diingatkan lagi, dan saya rasa ini program kerja yang sangat baik," ungkap Ibu Imah.
Foto : istimewaSinergi Mewujudkan Desa Pangan Aman*
Ketua Kelompok 4 KKNT Keamanan Pangan UMBY, Arya Dhimas Fryadi, menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa Fasilitator Keamanan Pangan, Dukuh, serta warga lokal menjadi kunci keberhasilan program.
Kehadiran 8 kader dari lima RT di Padukuhan Singosaren, Wukirsari, Imogiri ini diharapkan dapat menjaga keberlanjutan edukasi secara mandiri meskipun periode KKN telah usai.
Dengan edukasi yang menjangkau keluarga, komunitas, pelaku UMKM pangan, hingga sekolah, Padukuhan Singosaren optimistis mampu mewujudkan wilayah pangan yang aman dan sehat di Kabupaten Bantul.
(Red/ Erwin)



