Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Hanura Sleman Naikkan Taruhan Politik: PAC hingga Anak Ranting Digerakkan, 5 Kursi Dibidik

Minggu, September 20, 2026 | September 20, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-19T17:11:58Z


SLEMAN|kompasX.com
Jangan anggap HANURA Sleman hanya sedang merapikan organisasi. Dari Kabupaten Sleman, sebuah sinyal politik mulai dikirim: HANURA siap kembali masuk dalam pertarungan perebutan kursi legislatif pada 2029.

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA) Kabupaten Sleman mulai mengonsolidasikan seluruh kekuatan organisasi dengan satu target politik yang jelas: membidik lima kursi DPRD Kabupaten Sleman pada Pemilu 2029.

Target lima kursi tersebut bukan sekadar angka. Bagi DPC HANURA Sleman, angka itu harus menjadi komando politik bersama yang diterjemahkan dari tingkat DPC hingga PAC, Ranting dan Anak Ranting.

       Foto : ketua DPC Sleman Eko parwoto

Ketua DPC HANURA Kabupaten Sleman Eko Parwoto menegaskan, era partai yang hanya aktif ketika pemilu semakin dekat harus ditinggalkan.

Kalau ingin mendapatkan kursi, jangan baru bergerak ketika pemilu sudah di depan mata. Mesin partai harus hidup sekarang. PAC harus bergerak, Ranting harus bekerja, Anak Ranting harus hadir di tengah masyarakat,” tegas Eko.

LIMA KURSI: BUKAN MIMPI, TAPI TARGET POLITIK

DPC HANURA Sleman ingin mengubah cara pandang kader terhadap politik.

Kursi DPRD tidak datang hanya karena nama besar partai. Kursi dibangun melalui struktur, kader, jaringan, kerja lapangan dan kedekatan dengan masyarakat.

Karena itu, target lima kursi akan diterjemahkan melalui konsolidasi berjenjang.

          Foto : pengurus DPC Sleman & DPD

DPC menjadi pusat komando.

PAC menjadi penggerak wilayah kecamatan.

Ranting menjadi ujung tombak desa/kalurahan.

Anak Ranting menjadi jaringan terdekat dengan masyarakat.

Struktur resmi Hanura sendiri menempatkan PAC dan Ranting sebagai lapisan penting dalam mesin organisasi hingga akar rumput.

PAC JANGAN HANYA PUNYA NAMA, HARUS PUNYA KEKUATAN

DPC HANURA Sleman akan mendorong setiap PAC melakukan konsolidasi nyata di wilayahnya.

PAC harus mengetahui siapa kadernya, di mana basisnya, siapa tokoh masyarakat yang dapat diajak berkomunikasi, apa persoalan masyarakat, dan bagaimana membangun jaringan politik yang berkelanjutan.

PAC bukan sekadar papan nama organisasi. PAC adalah mesin politik di tingkat kecamatan.

Setiap kecamatan harus mempunyai agenda konsolidasi, pemetaan organisasi dan penguatan kader.

              Foto : pengurus DPC Sleman 

RANTING HARUS TURUN KE DESA DAN KALURAHAN

Setelah PAC, konsolidasi akan diturunkan ke tingkat Ranting.

Ranting harus menjadi organisasi yang hidup di tengah masyarakat.

Tidak cukup hanya memiliki struktur kepengurusan. Ranting harus mempunyai kegiatan, komunikasi dengan warga, kader yang aktif, serta kemampuan menyerap dan menyampaikan aspirasi masyarakat kepada DPC.

Politik HANURA harus terasa di bawah, bukan hanya terdengar di atas.

ANAK RANTING: BARISAN TERDEPAN

DPC HANURA Sleman juga menempatkan Anak Ranting sebagai bagian penting dalam membangun kekuatan akar rumput.

Anak Ranting adalah struktur yang paling dekat dengan lingkungan masyarakat. Karena itu, mereka harus menjadi penghubung komunikasi antara partai dan warga.

Kalau Anak Ranting hidup, Ranting bergerak. Kalau Ranting bergerak, PAC kuat. Kalau PAC kuat, DPC memiliki mesin politik.

Inilah rantai kekuatan organisasi yang ingin dibangun HANURA Sleman.

SLEMAN TIDAK BOLEH HANYA MENJADI PENONTON

DPC HANURA Sleman ingin menjadikan konsolidasi ini sebagai momentum untuk mengubah posisi politik partai di daerah.

Sleman memiliki dinamika politik yang penting dalam peta politik DIY. Karena itu, HANURA tidak ingin sekadar menjadi bagian dari percakapan politik, tetapi ingin membangun kembali representasi politik melalui kerja organisasi yang terukur.

Target lima kursi DPRD Sleman menjadi bagian dari agenda tersebut.

Bukan sekadar ikut pemilu.

Bukan sekadar memasang baliho.

Bukan sekadar mencalonkan kader.

Tetapi membangun kekuatan politik dari bawah secara sistematis.

PESAN UNTUK SELURUH KADER: JANGAN MENUNGGU

DPC HANURA Sleman menyerukan kepada seluruh jajaran organisasi untuk tidak menunggu momentum politik datang.

Politik 2029 dimulai dari kerja organisasi hari ini.

Kader harus mulai membangun komunikasi, memperkuat jaringan, memperbanyak kegiatan kemasyarakatan, menjaga soliditas internal, serta memperkuat basis di masing-masing wilayah.

Arah tersebut juga sejalan dengan agenda resmi Hanura yang menekankan konsolidasi organisasi, kaderisasi, dan penguatan mesin partai hingga tingkat akar rumput.

Karena itu, konsolidasi Sleman bukan sekadar agenda lokal. Ia menjadi bagian dari arus kebangkitan organisasi HANURA menuju 2029.

Dari Sleman, pesan politik itu dikirim: HANURA tidak ingin hanya menjadi nama dalam peta politik. HANURA ingin kembali menjadi kekuatan yang diperhitungkan melalui kerja kader dan kekuatan organisasi.

Lima kursi DPRD Sleman menjadi target.

PAC harus bergerak.

Ranting harus hidup.


Anak Ranting harus hadir.

Kader harus bekerja.

Sebab pertarungan politik 2029 tidak dimenangkan oleh mereka yang paling banyak berbicara, tetapi oleh organisasi yang paling siap bekerja.

HANURA SLEMAN BANGKIT.

HANURA DIY BANGKIT, JAYA, MENANG.

(Johnson )

×
Berita Terbaru Update