Kompasx.com//Cirebon /Sergap 7 Tragis seorang wartawan menjadi korban kekerasan penganiyaan dan pembungkaman pers ,di kecamatan kapetakan Cirebon, oleh satu oknum TNI dan dua oknum yang mengaku dari anggota polri ,berdasarkan keterangan dari nara sumber warsila menjelaskan warsila sedang investigasi BBM di Desa kertasura melihat ada aktifitas mencurigakan pada hari Jumat malam jam 23.30 wib sampai jam 24.30 pada. tgl 2 01 .2026
Warsila sala satu media jaringan hukum Cirebon melihat secara langsung melihat kendaraan roda empat pick up warna hitam sedang membongkar deligen kosong yang berada di rumah warga kurang lebih 50 deligen berukuran 30 /35liter .dan deligen deligen tsb sedang di turunkan dari mobil menuju gudang tsb. setelah itu warsila bertanya kepada si pembongkar deligen tersebut. ?....muat solar ta , kata warsila menanyakan kepada orang bongkar tersebut.
Jawab pembongkar ,,Ga tau saya hanya bongkar deligen saja setelah 19 menit kemudian warsila sedang duduk di warung mas bergull /tawija ,10 menit kemudian terus datanglah sebuah mobil Avanza berwarna hitam cuman tidak ketahui plat mobilnya .dan dari dalam mobil tersebut turun 3 orang .langsung menghampiri warsila dan di duga dari oknum TNI serta mengaku dua orang dari oknum Polisi dan diduga membekup pelancir solar timbunan tersebut .
Oknum TNI inisial S terus langsung mencekek leher warsila tanpa basa basi dan oknum TNI tersebut mengatakan kepada warsila kamu pemeras ,perampok dan kedua orang oknum polisi langsung mengeksekusi warsilah / media dengan secara kasar ,brutal hingga menimbulkan luka sakit di kepala tangan dan badan
Kedua hp dan enset punya warsila pun ...di rampas oleh ketiga oknum tersebut juga KTA media di rampas dan di buang di jalan raya setelah warsila di pukulin dan di cekek oleh ketiga oknum tersebut...bahkan ketiga oknum tersebut mengatakan kepada warsila bahwa langsung aja bahwa ke polsek ,bahwa orang ini bukan anggota . ...sedangkan wartawan dalam menjalankan tugasnya dilindungi oleh undang undang tentang pers nomer 40 tahun 1999
Oknum TNI berinisial S berpangkat kapten mengatakan kepada warsila kamu kenal ga sama toko masyarakat dari bedulan inisial G warsila jawab itu paman saya..dan warsila bilang klu kamu punya nomer hpnya silakan tlpon setelah itu ke 3 oknum tersebut langsung menuju mobil terus tancap gas.
Dan hari Sabtu jam 13 00 wib warsila dan tim media membuat pengaduan ke pihak polisi militer (Denpom) Cirebon ,terkait peristiwa kejadian tindakan kekerasan oleh oknum TNI tersebut ,,,,dengan adanya peristiwa ini pihak instansi TNI dan POLRI mendapatkan ujian terbuka terkait penegakan disiplin internal dan upaya penegakan supermasi hukum ,dengan adanya pemberitaan ini tim media menunggu hasil dari proses hukum oknum tersebut penulis tim
