Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

*MUNDUR atau DISURUH MUNDUR ? Ambruknya IHSG dan Operasi Pembersihan Pejabat Keuangan

Sabtu, Januari 31, 2026 | Januari 31, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-31T16:02:37Z
.      foto : wasekjen DPP partai Hanura 

JAKARTA | kompasX.com.. 31 Januari 2026 ,- Kondisi pasar modal Indonesia sedang berada dalam fase yang sangat krusial. Penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi pada akhir Januari 2026 ini bukan sekadar fluktuasi pasar biasa, melainkan sebuah guncangan sistemik yang memicu pengunduran diri massal para petinggi sektor keuangan. 
IHSG mengalami kejatuhan dramatis hingga menyentuh batas trading halt atau penghentian perdagangan sementara setelah anjlok lebih dari 8% dalam sehari pada 28-29 Januari 2026.
Pemicu utamanya adalah laporan dari MSCI (Morgan Stanley Capital International) yang menyoroti masalah transparansi struktur kepemilikan saham (issue free float) dan adanya indikasi perilaku perdagangan terkoordinasi serta anipulasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI). 
Hal ini memicu kekhawatiran global bahwa pasar modal Indonesia bisa turun kelas dari Emerging Market menjadi Frontier Market.
Dalam peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya, sejumlah pucuk pimpinan otoritas keuangan menyatakan mundur secara hampir bersamaan pada 30 Januari 2026
Adalah Iman Rachman, Direktur Utama BEI
Mahendra Siregar, Ketua Dewan Komisioner OJK
Mirza Adityaswara, Wakil Ketua OJK
Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK
Secara resmi, menyatakan pengunduran diri. 
Ini sebagai bentuk tanggung jawab moral atas ketidakstabilan pasar dan hilangnya kepercayaan investor global.
Meskipun alasan resmi adalah tanggung jawab moral, banyak pengamat melihat adanya dorongan kuat dari balik layar oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. 
Dalam berbagai pidatonya, termasuk di World Economic Forum 2026, Presiden Prabowo menegaskan sikap tak pandang bulu terhadap praktik ilegal di semua sektor ekonomi.
Pengunduran diri massal ini disinyalir sebagai bagian dari langkah bersih-bersih yang diperintahkan pemerintah untuk memulihkan kepercayaan investor asing. 
Pemerintah tampaknya ingin menunjukkan bahwa kegagalan menjaga transparansi pasar, yang disoroti MSCI sebagai bentuk ilegalitas, memiliki konsekuensi serius bagi para pejabatnya.
Muncul spekulasi bahwa pengunduran diri ini merupakan upaya pembukaan jalan bagi penyelidikan lebih mendalam oleh KPK atau Kejaksaan Agung terkait dugaan permainan harga saham oleh oknum-oknum tertentu yang selama ini dilindungi oleh kelemahan pengawasan.
Kesimpulan dan Dampak
Langkah mundur para pejabat ini dianggap sebagai tombol reset bagi pasar modal Indonesia.
Pemerintahan Prabowo tampaknya lebih memilih menghadapi guncangan jangka pendek demi menciptakan sistem keuangan yang lebih bersih dan transparan di masa depan. Fokus utama saat ini adalah memastikan transisi kepemimpinan di BEI dan OJK berjalan cepat agar sentimen pasar kembali positif sebelum batas waktu perbaikan dari MSCI pada Mei 2026.

31.01.2026
-Hanurani-
Wasekjen DPP Partai HANURA


( Red/Erwin)
×
Berita Terbaru Update