Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Peringatan isra' Mi'raj 1447 H: Pers PPR Prima Terharu Hati Bergetar Kebenaran Perjalanan Agung Sang Rasul*

Jumat, Januari 16, 2026 | Januari 16, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-16T11:56:52Z


 


KOMPASX.COM//JAKARTA, 16 JANUARI 2026. Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW pada 27 Rajab 1447 H tidak sekadar menjadi catatan sejarah di kalender bagi keluarga besar Perkumpulan Pimpinan Redaksi (PPR) PRIMA. Di tengah hiruk-pikuk dunia informasi yang semakin cepat berputar, suasana haru dan kedamaian menyelimuti setiap sudut ruang pertemuan para tokoh pers ini, saat mereka bersama-sama merenungi perjalanan agung Sang Rasul yang mengubah dunia.

 

*TIDAK HANYA SEREMONIAL – MOMEN YANG MENYENTUH JIWA*

 

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, peringatan kali ini menjadi titik temu bagi hati dan pikiran para pimpinan redaksi untuk kembali menyambung tali hubungan dengan Sang Pencipta. Setiap kata yang keluar dari hati mereka bukan sekadar ucapan resmi, melainkan bisikan kedalam yang membuat siapa pun yang mendengarnya terharu dan terpanggil untuk merenung.

 

Hermanius Burunaung dengan suara yang penuh rasa syukur mengungkapkan, "Ada rasa haru yang mendalam yang tak bisa saya katakan dengan kata-kata. Saat menyadari betapa kecilnya diri kita di hadapan kebesaran Allah, saya menyadari bahwa jabatan apa pun yang kita emban tidak pernah membuat kita lebih tinggi dari saudara-saudara kita. Sujud kita tetaplah sama di hadapan-Nya."

 

Eric Vr bahkan tidak bisa menyembunyikan air mata yang mengalir saat berbicara tentang kebesaran nikmat shalat. "Saya menangis saat merenungi bagaimana Allah begitu menyayangi hamba-Nya. Di tengah kesibukan mengejar berita hingga larut malam, momen Isra' Mi'raj ini seperti pelukan spiritual yang menghangatkan dan menenangkan jiwa yang seringkali merasa lelah dan haus akan kedamaian."

 

Jhon mengungkapkan harapannya dengan penuh kesadaran akan akhirat. "Hidup ini sungguh singkat. Setiap kata yang kita terbitkan di halaman koran atau layar digital bukan hanya untuk dibaca hari ini – semoga kelak ia menjadi saksi kebaikan bagi kita semua, bukan beban yang membuat kita terbebani."

 

*KESUCIAN NIAT DAN UKHUWAH YANG MEMBAHAGIAKAN*

 

Pemikiran tentang perjalanan Nabi Muhammad SAW hingga Sidratul Muntaha membuat Pajar Saragi merasa hati bergetar. "Sang Rasul telah menunjukkan kepada kita batas yang tidak boleh dilampaui. Ini adalah pengingat yang sangat dalam bagi kita semua untuk selalu menjaga kesucian niat dalam setiap tulisan, setiap judul, dan setiap pemberitaan yang kita sampaikan ke masyarakat."

 

Ali Sopyan melihat momen ini sebagai kesempatan emas untuk memperkuat tali persaudaraan. "Saya merasa sangat terharu melihat rekan-rekan tetap berkumpul dalam satu tali iman. Mari kita manfaatkan momen ini untuk saling memaafkan segala kekhilafan dan memperkuat ukhuwah. Tanpa ridho Allah, segala upaya kita dalam dunia pers hanyalah sia-sia belaka."

 

Cas Roni dengan tatapan yang penuh harapan menyampaikan, "Saya benar-benar tersentuh mendengar setiap ungkapan dari rekan-rekan sekalian. Melihat bagaimana nilai-nilai spiritual masih tetap menjadi kompas yang menerangi langkah kita di tengah derasnya arus informasi modern ini sungguh mengharukan. Semoga apa yang kita ucapkan hari ini bukan sekadar kata-kata kosong, melainkan menjadi perubahan nyata dalam cara kita menjalani hidup sehari-hari dan menjalankan profesi sebagai insan pers yang bertanggung jawab."

 

*PEMBERITAAN YANG MENYENTUH HATI*

 

Edi Supriadi mengajak seluruh insan pers untuk lebih dekat dengan sisi kemanusiaan dalam setiap karya. "Kita seringkali terjebak pada angka, data, dan fakta yang kaku. Namun sosok Rasulullah yang begitu mencintai umatnya mengingatkan kita bahwa setiap berita ada di baliknya manusia dengan segala cerita dan perasaan mereka. Kita perlu lebih banyak menyentuh hati melalui tulisan kita."

 

Sebagai perempuan di tengah jajaran pimpinan, Fitri menyampaikan pesan kelembutan dan kekuatan yang diajarkan oleh Isra' Mi'raj. "Saya merasa sangat terbantu dan terharu dengan keagungan momen ini. Isra' Mi'raj mengajarkan kita bahwa kelembutan bukanlah tanda kelemahan, melainkan kekuatan yang mampu menyatukan hati. Semoga kita selalu menjadikan masjid dan nilai-nilai kebajikan sebagai rumah bagi hati kita."

 

*SEBUAH HARAPAN BARU UNTUK NEGERI*

 

Suasana khidmat dan penuh keheningan menyelimuti ruangan saat acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu pimpinan. Semua berdoa agar Indonesia tetap menjadi negeri yang damai, penuh rasa persaudaraan, dan para insan pers diberikan kekuatan untuk selalu menjalankan tugas dengan amanah dan integritas.

 

"Jadikan Isra' Mi'raj sebagai momen untuk meningkatkan keimanan kita, memperbaiki kualitas shalat kita, dan memperkuat hubungan kita dengan Allah SWT," ucap salah satu perwakilan PPR PRIMA dalam penutupan acara.

 

Perayaan tahun ini bukan sekadar mengenang perjalanan sejarah Sang Rasul, melainkan menjadi "perjalanan pulang" bagi setiap insan pers PRIMA untuk kembali kepada hati yang bersih, penuh rasa tanggung jawab, dan selalu berpijak pada nilai-nilai agama serta kemanusiaan. Semoga momen ini menjadi titik balik yang membawa perubahan nyata dalam dunia pers Indonesia.

 

(Publisher)

×
Berita Terbaru Update