YOGYAKARTA | kompasX.com,, 31 Januari 2026..
Sosok Slamet Jumiarto kini semakin mengukuhkan eksistensinya di panggung hiburan Yogyakarta. Seniman yang lebih dikenal dengan nama panggung Papa Slam ini membuktikan dirinya sebagai figur multitalenta yang tidak hanya mahir mengolah rasa di atas kanvas, tetapi juga piawai dalam berolah vokal dan berakting.
Perjalanan seninya bermula dari jalanan, di mana ia sudah mulai mengamen sejak kelas 6 SD di Semarang, menjelajahi kawasan Simpang Lima hingga Tugu Muda. Kini, setelah puluhan tahun menetap di Yogyakarta, ia bertransformasi menjadi musisi dan aktor yang diperhitungkan.
Gebrakan di Genre Pop Jawa Dangdut Koplo
Papa Slam saat ini tengah fokus mengembangkan karya musiknya, terutama untuk lagu-lagu kategori single maupun duet. Dengan mengusung genre Pop Jawa Dangdut Koplo, ia menciptakan lagu-lagu yang dekat dengan telinga masyarakat.
Beberapa karya orisinal yang menjadi andalannya meliputi:
TAMKUL IMOGIRI NGIKET JANJI: Lagu yang membawa nuansa romansa lokal yang kental.
RASAH NESU NESU: Tembang dengan pesan santai agar tidak mudah tersulut emosi.
CERITO TRESNO SEJATI: Karya terbaru yang saat ini sedang dalam proses masuk dapur rekaman.
Menariknya, Papa Slam memiliki prinsip untuk tidak menjual hak cipta lagunya secara lepas kepada pihak lain. Ia lebih memilih untuk membawakan sendiri karya-karyanya agar pesan dan emosi dalam lagu tersebut tersampaikan secara otentik.
Eksistensi di Dunia Akting dan Syuting Film
Selain bermusik, wajah Papa Slam kini sering menghiasi layar kaca melalui berbagai proyek syuting film di Yogyakarta. Kemampuannya dalam beradaptasi di depan kamera membuatnya sering terlibat dalam produksi visual, baik film lokal maupun konten kreatif lainnya.
Kombinasi antara karakter vokal yang khas dan kemampuan akting yang luwes menjadikan Papa Slam sebagai sosok seniman yang utuh. Baginya, setiap bidang seni yang ia tekuni adalah cara untuk terus mengeksplorasi jati diri dan memberikan hiburan bagi masyarakat luas.
(Red/Erwin)