Kompasx.com//Tanggamus - Sadi Fredianto (42) yang merupakan Kepala pekon (Kakon), Sedayu, Kecamatan Semaka, Tanggamus, diduga kuat telan dana Badan Usaha Milik desa (BUMDES), senilai puluhan juta rupiah. Senin, (12/01/2026).
Menurut rumor yang beredar, dana BUMDES Pekon Sedayu mengalami gonjang - ganjing, mulai dari pengunduran pengurus BUMDES yang lama, hingga terbentuk pengurusan yang baru, semua itu tak lepas dari polemik Dimata masyarakat.
Diketahui, pada tahun anggaran 2025 lalu, pemerintah Pekon Sedayu telah menyertakan modal sebesar Rp.165.000.000., untuk dana BUMDES, namun sayang, pasca pencairan pertama, jajaran pengurus BUMDES setempat justru harus mengundurkan diri, dikarenakan ada indikasi tidak seirama antara pengurus BUMDES dengan kepala pekon.
Akibat adanya pengunduran diri tersebut, dana yang sempat dicairkan sebesar Rp.85.000.000., kini disinyalir raib entah dimana, konon, menurut isu yang berkembang, dana itu ada pada pak kakon Sadi direkening BUMDES.
Usut punya usut, tepat di akhir tahun 2025 lalu, Pekon Sedayu kembali membentuk pengurus BUMDES yang baru, dalam rencana program nya, BUMDES diarahkan pada budidaya bebek petelur, tapi anehnya program tersebut justru didanai dari pencairan dana BUMDES kedua yaitu sebesar Rp. 80.000.000.
Masyarakat bertanya kemana dana BUMDES yang sempat cair di termin pertama senilai Rp. 85.000.000., ternyata oh ternyata, oleh kakon Sadi, dana tersebut terpakai untuk mengkafer pembiayaan diluar APBDes.
" Gimana mungkin BUMDES nya berjalan semacam yang sekarang ini, kan dana yang sebelum nya cair juga ada, kok bisa pembiayaan BUMDES yang sekarang mengunakan dana yang cairnya belakangan, lantas kemana dana lebih dulu cair itu," Tanya masyarakat sekitar
Hal itu dijelaskan oleh kakon dalam konfirmasi pada media ini beberapa waktu lalu. Jika memang dana tersebut habis terpakai, ia berdalih jika banyak kegiatan yang diluar APBDes perlu juga di biayai.
" Iyakan itu kita gunakan untuk pembian diluar APBDes mas, karna banyak juga yang perlu dibereskan, kalo toh itu melanggar saya siap mas untuk di audit atau diperiksa, kami juga kepala pekon ini memang menghapkan adanya pemeriksaan, yang jelas dana BUMDES itu habis terpakai," Ungkap kakon
Mensrea dalam kasus tersebut nampak terlihat jelas, oknum kakon setempat dengan terang-terangan mengakui perbuatannya, dana masyarakat yang diduga digelapkan seolah dimakan tanpa adanya rasa salah dan penyesalan.
Dinamika kejadian tersebut menyimpan makna khusus, dimana kegiatan yang sejatinya harus berjalan sesuai perencanaan awal, malah oleh oknum kakon setempat dana tersebut justru tertelan, Aparat penegak hukum (APH) diminta mengambil Langkah tegas dalam peristiwa tersebut. Masyarakat sekitar menanti apakah hal semacam ini bisa ditindaklanjuti
.(Roli)
