YOGYAKARTA | kompasX.com,,– Warisan budaya Nusantara bukan sekadar benda bersejarah, melainkan semangat yang terus dihidupkan dalam keseharian. Semangat inilah yang terpancar dalam acara spesial bertajuk “Merajut Kasih Bersama D’saroeng: Dalam Peluk Hangat & Cinta” yang digelar di Alana Hotel Yogyakarta pada Jumat (13/02/2026).
Acara ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga perayaan konsistensi komunitas yang telah berdiri selama 8 tahun. D’saroeng, yang kini memasuki periode kepengurusan ke-7, telah berkembang dari kelompok kecil beranggotakan 20 orang hingga kini mencapai 84 anggota yang berasal dari wilayah Klaten, Magelang, hingga Yogyakarta.
Edukasi Budaya dan Penguatan Komunitas
Ketua D’saroeng, Ibu Odelia Dewi, menekankan bahwa misi utama komunitas ini adalah edukasi dan sosialisasi budaya bangsa. Hal ini dibuktikan dalam rangkaian acara yang menyelipkan sesi Edukasi Batik oleh Ibu Erna, seorang pengamat batik asal Jogja.
"Tujuannya untuk melestarikan budaya bangsa melalui cara berpakaian dan bersosialisasi. Siapa saja boleh ikut, asalkan mereka bangga mengenakan pakaian Nusantara," ujar Odelia. Senada dengan itu, Ibu Dwi Haroyah selaku Bendahara menambahkan bahwa berkebaya adalah bentuk apresiasi diri agar seorang ibu tampil lebih anggun, baik secara fisik maupun pribadi.
Selain aspek budaya, organisasi ini juga menunjukkan kepedulian sosial melalui pemaparan rencana program Bakti Sosial (Baksos) yang dipimpin oleh Wakil Ketua, Ibu Thea.
Keseruan Games dan Perayaan Kebersamaan
Suasana di Alana Hotel semakin meriah dengan penampilan dari Dara Dara Cantik dan Star Syndrom Band. Para anggota tampak antusias mengikuti berbagai tantangan kreatif untuk mempererat keakraban, di antaranya:
Puzzle Challenge dan Sambung Lirik.
Lomba unik makan tempe yang mengundang gelak tawa.
Perayaan ulang tahun anggota serta sesi foto bersama untuk mengabadikan momen spesial.
Puncak kemeriahan ditandai dengan pengundian Grand Prize menarik, mulai dari TV 32 inch hingga kulkas portable, yang menjadi daya tarik utama bagi para peserta.
Menjaga Solidaritas dan Komitmen
Meski penuh dengan hiburan, D’saroeng tetap memegang teguh standar komunitas yang selektif. Menurut Ibu Dwi Haroyah, komitmen dan kecintaan pada budaya adalah syarat mutlak bagi anggota agar aura positif komunitas tetap terjaga.
Acara yang ditutup pada pukul 19.05 WIB oleh Wendy Yap ini menjadi bukti nyata bagaimana sebuah komunitas mampu menyatukan hiburan, edukasi, dan aksi sosial. Bagi masyarakat yang ingin melihat aktivitas anggun para anggota dalam balutan wastra Nusantara, kegiatan mereka dapat dipantau melalui akun media sosial "D’saroeng" di platform Instagram dan Facebook.
(Red/Erwin)