Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

ANAK 14 TAHUN BABAK BELUR DI BALAI DESA, ROBET SINURAT WARGA KALI WATUKARANGGAN MENCARI KEADILAN

Senin, Februari 02, 2026 | Februari 02, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-02T09:54:47Z
Foto : Penampakan Balai Desa dimana  RR Di Aniyaya Didalamnya

PURWOREJO | KompasX.Com – Dugaan penganiayaan terhadap anak di bawah umur mengguncang Desa Kaliwatukranggan, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo. Seorang remaja berinisial RR (14) dilaporkan mengalami kekerasan fisik di balai desa setempat dan kini kasusnya resmi ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Purworejo.

 

Peristiwa terjadi pada Rabu (7/1/2026). RR dijemput temannya untuk membeli umpan pancing, namun tidak pulang hingga malam. Ayah korban, Robet Sinurat, kemudian diberitahu bahwa anaknya berada di balai desa karena dituduh mencuri uang sebesar Rp182.000. Saat datang mengambil RR, Robet menemukan anaknya dalam kondisi babak belur dengan wajah lebam, tubuh memar, dan muntah bercak darah.

 

Menurut keterangan warga, RR diduga dipukuli oleh warga bernama Edo serta Sunarto yang merupakan perangkat desa. Setelah dibawa pulang, kondisi RR semakin memburuk sehingga harus dirawat intensif di rumah sakit.

 

Foto :  Ribet Kiri dan kanan Anaknya yang menjadi Korban Penganiayaan. Saat Member Keterangan
Merasa tidak mendapatkan penyelesaian di tingkat desa, Robet melaporkan kasus tersebut ke polisi. Berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penelitian Aduan (SP2HP) tertanggal 10 Januari 2026, polisi akan mengolah laporan sebagai dugaan tindak pidana kekerasan terhadap anak atau pengeroyokan dengan penanganan oleh Unit PPA Satreskrim.

 

Sunarto, salah satu yang disebut-sebut terlibat, mengakui telah menampar RR dua kali dengan alasan memberi pelajaran. Namun keluarga korban menilai tindakan kekerasan terhadap anak tidak dapat dibenarkan, terutama oleh aparat desa. Robet juga menyatakan Kepala Desa Harjono belum menunjukkan langkah tegas dalam menangani kasus ini dan berharap keadilan dapat ditegakkan serta kejadian serupa tidak terulang.

 

Publik mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak tegas, profesional, dan transparan mengingat kasus ini menyangkut perlindungan anak dan dugaan penyalahgunaan kewenangan oknum perangkat desa.

Laporan : Edvin

×
Berita Terbaru Update