Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Viral Kasus Cafe Jepon Blora Berujung Laporan Polisi, Sikap AG Dikecam Warganet: “Nak Ora Duwe Duwet Orasah Nyanyi”

Rabu, Februari 11, 2026 | Februari 11, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-11T00:43:32Z

Foto Ag Dan temanya ketika dilerai tapi palah menjadi di sebuah cafe di kampung baru blora


BLORA | KompasX.com – Kasus keributan di sebuah cafe wilayah Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, yang sempat viral di media sosial, kini resmi berlanjut ke ranah hukum. Pemilik cafe melaporkan terduga pelaku berinisial AG ke Polres Blora, atas dugaan tindakan arogan, pengancaman, serta pemicu kegaduhan yang merugikan pelaku usaha.

Alih-alih mendapat simpati, sikap AG dalam video yang beredar luas justru menuai kecaman keras warganet, yang menilai perilakunya tidak beretika dan mencoreng nama profesi yang diklaimnya sendiri.

 

Tagihan Karaoke Belum Lunas, Sikap Malah Menantang

Kuasa hukum korban, John L. Situmorang, S.H., M.H., menjelaskan bahwa persoalan bermula saat AG dan beberapa rekannya melakukan karaoke di cafe tersebut beberapa hari sebelum insiden viral. Total tagihan mencapai Rp2.200.000, namun yang dibayarkan hanya Rp1.000.000, menyisakan tunggakan Rp1.200.000.

 

Keesokan harinya, AG kembali mendatangi cafe. Namun saat memasuki waktu Magrib, pihak cafe meminta aktivitas karaoke ditunda sementara sebagai bentuk kepatuhan terhadap aturan. Pihak cafe juga menegaskan bahwa karaoke bisa dilanjutkan setelah sisa tagihan diselesaikan.

 

Permintaan tersebut justru memicu emosi AG. Ia diduga marah-marah, bersikap arogan, dan membuat suasana cafe tidak kondusif.

 


Mengaku Wartawan dan LSM, Publik Justru Geram

Situasi semakin memanas ketika AG lebih dahulu mengunggah video kejadian ke media sosial. Video tersebut kemudian dibalas dengan klarifikasi dari pihak cafe. Adu narasi di ruang digital membuat kasus ini viral dan memancing reaksi luas publik.

 

Dalam video yang beredar, AG bahkan mengaku sebagai wartawan dan anggota LSM, namun sikap yang ditampilkan justru berbanding terbalik dengan etika profesi yang diklaimnya.

 

Warganet pun ramai-ramai melontarkan komentar pedas, di antaranya:

 

- “Nak ora duwe duwet orasah nyanyi.”

- “Nak kere turu omah, pingin seneng kok emoh ragat.”

- “Gunanya preman berkedok LSM ya ngene iki.”

 

Komentar-komentar tersebut menunjukkan kemarahan publik terhadap sikap AG yang dinilai ingin menikmati layanan, namun enggan memenuhi kewajiban membayar, lalu berlindung di balik atribut wartawan dan LSM.

 

Mediasi Gagal, Pelaku Pergi Tanpa Etika

 

Pasca kejadian, Polsek Jepon bersama Bhabinkamtibmas langsung turun ke lokasi untuk mengamankan situasi. Upaya mediasi sempat dilakukan, bahkan pihak cafe awalnya masih membuka ruang damai.

 

Namun AG dinilai tidak menghargai proses mediasi, tetap bersikeras, dan akhirnya pergi meninggalkan lokasi tanpa pamit, sehingga upaya perdamaian dinyatakan gagal.

 

Laporan Resmi Diterima Polres Blora

 

Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Zainul Arifin, membenarkan adanya laporan tersebut.

“Benar, kami telah menerima laporan dari pemilik cafe pada Senin, 9 Februari 2026. Laporan akan kami tindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku,” ujarnya.

 

Dalam pelaporan tersebut, korban didampingi oleh kuasa hukum John L. Situmorang, S.H., M.H., serta Paulina Chrysanti Situmeang, S.H., M.H., Ketua Bidang Perlindungan Perempuan & Anak (PPA) PERADI DPC Jakarta Timur.

 

Kapolsek Jepon, IPTU Moh. Junaidi, S.H., M.H., juga menegaskan bahwa jajarannya telah bertindak cepat.

“Anggota Polsek Jepon bersama Bhabinkamtibmas langsung melakukan pengamanan di lokasi kejadian setelah insiden,” jelasnya.

 

Publik Menanti Penegakan Hukum

 

Kasus ini kini menjadi sorotan luas dan membuka diskusi publik mengenai etika pelanggan, kewajiban membayar layanan, serta bahaya arogansi yang dibungkus atribut profesi untuk menekan pelaku usaha.

 

Hingga berita ini diturunkan, AG belum memberikan klarifikasi atau pernyataan resmi terkait laporan yang dilayangkan terhadap dirinya.

 

Publik pun menunggu:

apakah hukum akan ditegakkan secara adil, sekaligus menjadi pelajaran bahwa bersikap arogan dan lari dari tanggung jawab bukanlah jalan keluar.

Laporan : Sari

×
Berita Terbaru Update