YOGYAKARTA | kompasX.com — Balai Pengembangan Teknologi Tepat Guna (BPTTG) Daerah Istimewa Yogyakarta terus berkomitmen memfasilitasi para pelaku usaha dalam mengembangkan teknologi produksi yang efisien. Salah satu potensi yang kini tengah dikembangkan oleh masyarakat adalah pengolahan limbah daun bambu menjadi produk bermanfaat dengan dukungan sarana prasarana mesin yang memadai.
Hardiyanto, salah satu personel yang bertugas di BPTTG DIY, menceritakan pengalamannya saat berinteraksi dengan pelaku usaha. Ia menyebutkan bahwa kehadiran teknologi tepat guna sangat krusial bagi pertumbuhan UKM lokal.
"Beberapa waktu lalu ada pelaku usaha dari Sleman yang mencoba mengolah daun bambu menggunakan mesin kami. Dari awalnya hanya mencoba satu unit, kini mereka sudah menambah hingga sepuluh unit karena permintaan pasar yang terus meningkat," ungkap Hardiyanto.
Layanan Sikeling dan Perbaikan Mesin
BPTTG DIY tidak hanya menyediakan akses terhadap teknologi, tetapi juga memberikan layanan pemeliharaan melalui program Sikeling (Servis Keliling). Program ini bertujuan untuk memastikan mesin-mesin produksi yang digunakan oleh pelaku usaha tetap dalam kondisi prima.
Meskipun saat ini bertugas di BPTTG, Hardiyanto sendiri memiliki latar belakang pengalaman teknis dalam perbaikan mesin produksi, salah satunya saat ia menangani mesin di unit Kemasan yang berlokasi di Jalan Adisucipto. Hal ini menunjukkan dedikasi personel balai dalam mendukung kelancaran teknis di lapangan.
Pusat Informasi dan Konsultasi
Bagi masyarakat atau pelaku usaha yang ingin berkonsultasi mengenai rancang bangun alat atau pengembangan teknologi tepat guna, BPTTG DIY membuka pintu seluas-luasnya.
"Untuk informasi yang lebih lengkap dan mendalam, masyarakat bisa langsung datang ke kantor BPTTG di Jalan Kusumanegara No. 168, Yogyakarta, dan dapat menemui Kepala Balai, Bapak Anton," tambah Hardiyanto.
Selain di Kusumanegara, layanan terkait kemasan juga tersedia di lokasi yang terletak di belakang Perumahan Hyarta, sebelah barat Hotel Sheraton. Kehadiran fasilitas-fasilitas ini diharapkan dapat terus memacu produktivitas dan kreativitas para pengusaha lokal di Yogyakarta.
(Red / Erwin)