YOGYAKARTA | kompasX.com– Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, S.E., hadir sebagai pembicara dalam acara Panel Forum "Gotong Royong Governance: Menata Kembali Formasi Legitimitas dan Legalitas dalam Demokrasi Lokal" yang diselenggarakan pada Kamis (12/3/2026). Acara tersebut berlangsung khidmat di Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan (PSPK), Universitas Gadjah Mada (UGM) mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB.
Dalam forum akademik tersebut, Bupati Endah Subekti memaparkan bagaimana konsep gotong royong bukan sekadar nilai sosial, melainkan instrumen penting dalam memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah di tingkat lokal, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi global.
Sinergi Multistakeholder dan Legitimitas Pemerintah
Bupati menekankan bahwa sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat (Gotong Royong Governance) adalah kunci utama agar kebijakan daerah memiliki dasar legalitas yang kuat sekaligus mendapatkan dukungan (legitimitas) penuh dari rakyat.
"Kekuatan kita ada pada kolaborasi. Dengan melibatkan seluruh stakeholders, kita memastikan bahwa pembangunan di Gunungkidul berjalan di atas fondasi demokrasi yang sehat," ujar Endah Subekti Kuntariningsih, S.E. saat diwawancarai di lokasi acara.
Keunggulan Sektor Riil: Pertanian dan Peternakan
Sebagai bukti nyata keberhasilan tata kelola yang kolaboratif, Bupati memaparkan pencapaian ekonomi Gunungkidul yang kini menduduki peringkat tertinggi kedua di DIY setelah Sleman. Sektor pertanian dan peternakan tetap menjadi tulang punggung utama:
Ketahanan Pangan: Gunungkidul berhasil memasok 31% kebutuhan beras untuk wilayah DIY.
Lumbung Ternak: Kabupaten ini terus mengukuhkan perannya sebagai penyedia ternak terbesar di tingkat provinsi.
Langkah Preventif Hadapi Resesi
Di hadapan para akademisi UGM, Bupati juga menjelaskan langkah efisiensi anggaran yang diambil Pemkab Gunungkidul untuk tahun 2025-2026. Ia menekankan agar masyarakat tetap tangguh dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam yang ada tanpa terus-menerus bergantung pada fiskal pemerintah.
"Budaya gotong royong seperti saling berbagi hasil bumi di tingkat desa adalah benteng pertahanan kita yang paling asli dalam meredam isu resesi global," pungkasnya.
(Red / Erwin )