BANTUL | kompasX.com.,,, Rumah Qur’an nDalem Kasuranan memulai kegiatan perdananya dengan 13 santri penyandang difabel non fisik yang akan mengikuti pembelajaran membaca Al-Qur’an. Kehadiran para santri ini menjadi semangat awal untuk menghadirkan ruang belajar Al-Qur’an yang inklusif, ramah, dan penuh keberkahan bagi masyarakat.
Senin sore, 15 Maret 2026, bertempat di nDalem Kasuranan, Kembaran, Tamantirto, Kasihan, Bantul, telah dilaksanakan soft launching Rumah Qur’an yang dihadiri calon santri, warga sekitar, tokoh masyarakat, serta perwakilan pengurus masjid dan musholla.
Ketua panitia, Aris Budi Antoro, ST dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendirian Rumah Qur’an ini bertujuan untuk melayani masyarakat dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an serta membimbing umat agar semakin dekat dengan Al-Qur’an.
IKADI (Ikatan Dai Indonesia) Bantul bersama Yayasan Amal Sholeh memberikan dukungan penuh terhadap berdirinya Rumah Qur’an nDalem Kasuranan. Gagasan ini sebenarnya telah lama dirintis oleh pasangan suami istri Drs. Surono Ahmad dan Dr. dr. Warih Andan Puspitasari, M.Sc., Sp.KJ(K) melalui lembaga yang mereka bina, Lentera Harmoni Jiwa.
Dukuh Kembaran, Darsono, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan syukur atas berdirinya Rumah Qur’an tersebut. Ia berharap kehadiran tempat belajar ini dapat melengkapi pendidikan Al-Qur’an yang sudah berjalan di masjid dan musholla, khususnya untuk memberikan kesempatan belajar bagi orang tua, baik laki-laki maupun perempuan, serta penyandang difabel non fisik.
Menjelang waktu berbuka puasa, para calon santri menerima bingkisan berupa baju koko, beras 5 kg, dan uang saku. Acara kemudian ditutup dengan foto bersama pimpinan Rumah Qur’an nDalem Kasuranan, Drs. Surono Ahmad, serta doa penutup yang dipimpin oleh Ustadz Lukman.
(Red / Erwin)