![]() |
| Foto : Proyek SPPG Yang Diduga Memakan Korban |
Peristiwa tersebut terjadi tepat di lokasi proyek yang berada di jalur utama Jalan Raya Purworejo–Kutoarjo. Hingga saat ini, penyebab pasti kematian korban masih menjadi tanda tanya besar lantaran adanya perbedaan keterangan dari sejumlah pihak.
Dugaan Sengatan Listrik vs Riwayat Penyakit
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sempat beredar dugaan bahwa korban meninggal akibat tersengat listrik saat berada di area pembangunan. Dugaan ini diperkuat oleh keterangan rekan korban yang mengantarkannya ke rumah sakit.
Hal tersebut juga diamini oleh petugas bagian pengantar jenazah di RS Palang Biru Kutoarjo. Ia membenarkan bahwa dirinya mengantar jenazah korban ke Madiun.
“Menurut keterangan teman korban, yang bersangkutan meninggal karena kesetrum. Saya mengantar jenazah pada Selasa malam sekitar pukul 24.00 WIB dan tiba di Madiun pada Rabu pagi sekitar pukul 03.00 WIB,” jelasnya.
Namun, keterangan berbeda disampaikan oleh pihak pengelola proyek. Seorang pihak yang disebut sebagai pencari lokasi proyek SPPG tersebut menyatakan bahwa korban diduga meninggal akibat serangan jantung.
“Dari informasi orang tua korban, yang bersangkutan memang memiliki riwayat penyakit jantung sejak kecil,” ujarnya.
Pemerintah Desa Mengaku Tidak Tahu Proyek
Kasus ini semakin pelik lantaran pemerintah desa setempat mengaku tidak pernah diberitahu terkait aktivitas pembangunan tersebut sejak awal.
Kepala Desa Bayan, Arwan Setianto, menegaskan bahwa pihaknya tidak menerima pemberitahuan resmi atau izin mendirikan bangunan (IMB) terkait proyek tersebut.
“Sepengetahuan kami, sejak awal pembangunan tidak ada tembusan atau silaturahmi (kulonuwun) ke pemerintah desa. Termasuk terkait adanya kejadian korban meninggal, juga tidak ada pemberitahuan resmi kepada kami,” kata Arwan.
Ia menambahkan, informasi mengenai kematian korban baru diketahui dari laporan warga yang menyebutkan kejadian berlangsung sekitar pukul 21.00 WIB.
Status Legalitas dan Keselamatan Kerja Dipertanyakan
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang maupun pihak pengelola proyek yang menjelaskan penyebab pasti kematian korban.
Selain soal penyebab kematian, peristiwa ini juga memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat terkait status legalitas proyek tersebut serta aspek keselamatan kerja (safety) yang diterapkan di lokasi pembangunan.
Laporan : Edvin
