![]() |
| Foto : Kondisi Rumah Warga Yang Tubuh Diduga Karena Sering Adanya Getaran Dari Kegiyatan Tambang Galian C Yang tak jauh Dari Rumah warga, 17/04/2026 |
SRAGEN | KompasX.com – Warga Desa Kalikobok, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, masih dilanda kekhawatiran mendalam. Dua unit rumah milik warga yang sudah berdiri kokoh puluhan tahun kini hancur parah dan tak layak huni. Kerusakan ini diduga kuat akibat getaran hebat dari aktivitas galian tanah urug yang beroperasi tak jauh dari pemukiman.
Namun ketika dikonfirmasi, Sabtu 18 April 2026, pengelola usaha justru membantah keras adanya keterkaitan, yang membuat perselisihan fakta kian memanas.
Bangunan Luas Bisa untuk Dua Rumah Jawa, Sekarang Tinggal Puing
Dari pantauan langsung di lapangan, kondisi kedua rumah tersebut sangat memprihatinkan. Dinding terbelah dengan retakan lebar, pondasi bergeser hingga struktur bangunan ambruk ke dalam. Material bata dan semen berserakan di halaman. Bahkan pohon-pohon besar di sekitar rumah ikut miring akibat pergeseran tanah yang terjadi.
Warga menyebut luas bangunan yang rusak ini sangat besar, cukup untuk dibagi menjadi dua rumah gaya Jawa sekaligus.
“Sejak galian ini aktif sekitar 3 tahun lalu, rumah kami seolah diguncang gempa kecil setiap hari. Getarannya terasa sampai ke dalam kamar, barang-barang di lemari sering jatuh sendiri. Lama-kelamaan tembok retak, pondasi bergeser, sampai akhirnya ambruk begini,” keluh seorang warga yang rumahnya rusak.
Mereka menegaskan, getaran terasa paling kuat saat alat berat beroperasi dan puluhan truk pengangkut tanah melintas bolak-balik melewati jalan desa.
Pengusaha Bantah Keras: “Tidak Ada Hubungan, Lokasinya Jauh dan Ada Jurang”
Berbeda dengan keterangan warga, Bapak Eko selaku pengelola usaha CV. Mitra Alam Solusindo yang mengantongi izin operasi seluas 10,8 hektare memberikan tanggapan yang kontras.
“Maaf, itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan aktivitas galian C kami. Radius lokasi kerja kami sangat jauh dari rumah warga tersebut. Kalau ditinjau dari kondisi geografisnya, di sebelah rumah mereka memang ada jurang yang curam. Jadi kerusakan itu jelas penyebabnya bukan dari kami,” tegasnya saat dikonfirmasi.
Ia menambahkan, aktivitas penggalian telah mengikuti standar prosedur dan tidak menghasilkan getaran yang bisa menjangkau pemukiman penduduk.
Warga Tegas Bantah: “Faktanya Kami yang Rasakan Getarannya Setiap Hari”
Pernyataan tersebut langsung dibantah oleh warga lainnya. Mereka menyatakan bahwa pernyataan soal jarak dan kondisi tanah tidak sesuai dengan apa yang mereka alami sehari-hari.
“Itu cuma alasan belaka! Kalau memang jauh, kenapa sejak ada galian ini baru rumah kami jadi sering bergetar dan rusak? Semua warga di radius sekitar 500 meter ke atas merasakan hal yang sama. Ini jelas dampak dari truk-truk berat dan alat berat yang beroperasi setiap hari,” seru warga dengan nada kesal.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak independen yang melakukan pengecekan teknis untuk membuktikan penyebab pasti kerusakan. Sementara itu, warga tetap menuntut tanggung jawab dan solusi nyata baik dari pengusaha maupun instansi terkait.
Kami akan terus mengikuti perkembangan kasus ini. Akankah ada pengujian teknis untuk membuktikan siapa yang benar?
Red/jarod
###
