Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Syawalan Trah HB II: Meneladani Kegigihan Sultan Melawan Penjajah dan Komitmen Budaya

Senin, April 13, 2026 | April 13, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-13T14:34:47Z
                        foto : istimewa

SLEMAN | kompasX.com – Suasana hangat dan penuh semangat menyelimuti Restoran Kayu Manis, Bogem, Sleman pada Minggu (12/4/2026). Ratusan keturunan Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) II berkumpul dalam acara Syawalan Pasederekan Trah HB II untuk mempererat silaturahmi sekaligus mempertegas komitmen melestarikan nilai luhur Mataram.
Acara yang berlangsung guyub rukun ini dibuka dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan pembacaan Sastra Mantra. Hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh penting, di antaranya Wali Kota Yogyakarta dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K), putera HB IX GBPH Yudhaningrat, Kepala BNN Yogyakarta Sudaryaka, serta tokoh masyarakat KH. Abdul Muhaimin.
Teladani Integritas HB II dalam Membela Rakyat
Dalam sambutannya, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyoroti karakter kuat Sultan Hamengku Buwono II sebagai sosok yang sangat gigih menentang penjajahan. Menurutnya, integritas HB II dalam memimpin perjuangan bahkan menjadi faktor kunci runtuhnya bisnis VOC pada tahun 1799.
"Komitmen HB II dalam membela hak-hak rakyat telah tumbuh sejak muda. Mari kita teladani keberpihakannya kepada rakyat dengan menciptakan Yogyakarta yang kondusif, bersih, dan nyaman," ujar Hasto Wardoyo.
Beliau juga mengajak para anggota trah untuk mengimplementasikan semangat perjuangan tersebut melalui aksi nyata di masyarakat, seperti program bedah rumah dan menjaga kebersihan sungai.
Menjaga Gelar dan Warisan Budaya Adiluhung
Senada dengan hal tersebut, GBPH Yudhaningrat mengingatkan agar para keturunan tidak sekadar bangga secara historis, tetapi juga harus berani melakukan "laku prihatin" seperti yang dicontohkan sang leluhur.
Gusti Yudha menekankan pentingnya menjaga marwah gelar Sultan sejak HB I, yakni Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Sultan Hamengku Buwana Senapati-ing-Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panatagama Khalifatullah. Tugas utama generasi sekarang adalah menjaga, melestarikan, dan mengembangkan nilai-nilai budaya yang adiluhung tersebut.
Pengusulan HB II Sebagai Pahlawan Nasional.

.                     foto : istimewa

Ketua Pasederekan Trah HB II, R. Hendro Marwoto, mengungkapkan bahwa saat ini berbagai kalangan tengah berupaya memperjuangkan Sri Sultan Hamengku Buwono II agar diakui secara resmi oleh negara sebagai Pahlawan Nasional.
"Menjadi keturunan HB II boleh bangga, namun di saat yang sama kita memikul tanggung jawab besar. Mari buktikan keturunannya memiliki semangat yang sama dalam mewujudkan kebaikan bagi bangsa," tegas Hendro.
Momen Penting dalam Acara:
Penyerahan Buku: Ketua Yayasan Pecinta Sejarah Kasultanan Ngayogyakarta, DR. Suryo Susilo, menyerahkan buku "Sultan Hamengku Buwono II: Pembela Tradisi dan Kekuasaan Jawa" karya Prof DR Djoko Marihandono Sejarawan Universitas Indonesia kepada GBPH Yudhaningrat dan Kepala BNN Yogya Bapak Sudaryoko, juga disaksikan beberapa
Kehadiran Cucu pahlawan nasional lainnya, seperti:
Indah Sri Achdiati (Cucu RM Suryopranoto)
Hary Sutrasno (Cucu Kasman Singodimedjo)
Heru S (Cucu Nyi Ageng Serang)
Windriati (Cucu Pakubuwono X)
Melalui momentum Syawalan ini, Trah HB II berharap semangat perlawanan terhadap ketidakadilan dan kecintaan terhadap budaya Jawa tetap menyala di hati sanubari generasi muda Yogyakarta.

(Red / Erwin)
×
Berita Terbaru Update