Foto : istimewa
YOGYAKARTA | kompasX.com – Semangat toleransi dan kearifan lokal kembali dihidupkan. Kelurahan Budaya Warungboto bersama Forum Kerukunan Antar Umat Beragama menggelar acara istimewa bertajuk "Silih Pangapuro Tatasing Rasa". Bertempat di RTLH Kelurahan Warungboto, acara ini menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai luhur budaya Jawa adalah perekat persaudaraan yang kuat di tengah keberagaman.
. foto : istimewa
Filosofi "Silih Pangapuro Tatasing Rasa" yang diusung memiliki makna mendalam: "Saling memohon maaf dan saling memaafkan dengan penuh ketulusan hati serta kepekaan rasa." Ungkapan ini merupakan cerminan sikap andhap asor (merendahkan hati) yang menjadi ciri khas etika masyarakat Yogyakarta, di mana keharmonisan dan hubungan baik antar sesama dijaga dengan sepenuh hati.
Acara yang berlangsung khidmat namun hangat ini dihadiri oleh para pemangku wilayah dan tokoh masyarakat, antara lain:
1. Bapak Kemantren Umbulharjo, Drs. Ananto Wibowo, M.I.P, yang hadir memberikan arahan dan apresiasi atas inisiatif warga.
2. Ibu Lurah Kelurahan Warungboto, Ety Purnawati, S.ST, yang turut serta memimpin jalannya acara sebagai representasi pemerintah kelurahan.
3. Ketua Kelurahan Budaya Warungboto, Bapak Susanto Dwi Antara, SE, selaku penggagas dan penanggung jawab kegiatan.
4.Pendamping Kelurahan Budaya Warungboto dinas kebudayaan DIY Astuti Handayani,A.P.,S.Pd.,M.Pd yang selalu mendampingi kegiatan pendampingan nya
5. Serta dihadiri pula oleh seluruh elemen masyarakat dan warga Kelurahan Warungboto yang antusias mengikuti rangkaian acara.
🕌⛪️ KEBERAGAMAN ADALAH KEKUATAN
Dalam sambutannya, Bapak Kemantren Umbulharjo menekankan pentingnya menjaga kerukunan. "Kegiatan seperti ini adalah modal sosial yang sangat berharga. Mengambil filosofi budaya luhur untuk menyatukan hati berbagai latar belakang agama menunjukkan bahwa Warungboto adalah contoh kecil Indonesia yang damai dan rukun," ujar beliau.
Sementara itu, Ketua Kelurahan Budaya Warungboto, Susanto Dwi Antara, SE, menjelaskan bahwa pemilihan tema ini bertujuan untuk merajut kembali kebersamaan. "Melalui 'Silih Pangapuro Tatasing Rasa', kita diajak untuk saling membuka hati, membuang prasangka, dan menyadari bahwa kita semua adalah saudara. Perbedaan keyakinan bukanlah pemisah, melainkan kekayaan yang harus dijaga bersama," ungkapnya.
🏛️ RTLH WARUNGBOTO SEBAGAI PUSAT KEBUDAYAAN
Pemilihan lokasi di RTLH Kelurahan Warungboto bukan tanpa alasan. Tempat ini dinilai strategis dan memiliki nilai sejarah serta sosial yang kuat sebagai pusat pertemuan warga. Suasana yang sederhana namun sarat makna semakin menguatkan pesan bahwa kedamaian sejati tumbuh dari ketulusan hati, bukan dari kemegahan tempat.
Ibu Lurah Warungboto, Ety Purnawati, S.ST, sangat mengapresiasi inisiatif ini. "Forum Kerukunan Antar Umat Beragama di sini telah bergerak luar biasa. Ini adalah bentuk nyata pelayanan dan pembinaan kemasyarakatan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi menyentuh hati nurani warga," tuturnya.
Acara ditutup dengan doa bersama dan saling bermaaf-maafan, meninggalkan kesan damai dan semangat baru bagi seluruh warga Kelurahan Warungboto untuk terus bergandengan tangan membangun lingkungan yang lebih baik.
(Red / Erwin)