![]() |
| Foto: hasil tangkap layar yang Beredar |
Setelah video yang memperlihatkan aliran limbah diduga mengucur bebas melalui pipa menuju sungai beredar luas dan menuai protes dari warga serta netizen, pihak pengelola akhirnya buka suara. Bukan berupa penjelasan panjang lebar, melainkan sebuah janji: fasilitas pengolahan limbah atau IPAL baru akan segera dibangun, dan jalur pembuangan limbah akan dipindahkan.
“Insya Allah Senin mulai pemindahan dan pembuatan IPAL yang baru, tidak ke sungai lagi,” tulis pihak pengelola melalui pesan tertulis kepada awak media.
Pernyataan tersebut langsung memancing beragam reaksi warga. Sebagian merasa lega, namun tak sedikit pula yang menyindir. Pasalnya, lembaga di bawah naungan Yayasan Ali Bin Abi Thalib itu sudah beroperasi cukup lama. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa pembuangan limbah ke sungai telah berlangsung secara rutin selama bertahun-tahun tanpa melalui proses pengolahan yang layak.
“Berarti sungainya selama ini dijadikan pelanggan tetap limbah?” celetuk seorang warga dengan nada getir.
Di media sosial, warga bahkan melontarkan komentar bernada satir. Ada yang menyebut sungai tersebut sebagai “korban setia”, hingga candaan bahwa pembangunan IPAL sengaja ditunda hingga momennya menjadi perhatian publik.
“Kayaknya IPAL-nya malu keluar sebelum viral,” tulis salah satu netizen, yang komentarnya kemudian ramai dibagikan.
Di balik candaan itu, keresahan masyarakat tetap terasa serius. Mereka mempertanyakan mengapa tindakan sesuai prosedur baru diambil setelah kasus ini tersebar luas dan menjadi sorotan publik.
“Kalau tidak viral, apa limbahnya tetap jalan terus ke sungai?” tanya warga lainnya.
Kini, masyarakat mendesak instansi terkait, khususnya Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak, untuk tidak hanya memberikan arahan teknis pemindahan saluran, tetapi juga melakukan penyelidikan mendalam mengenai dampak pencemaran yang telah terjadi.
Warga berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga, bahwa sungai bukanlah tempat pembuangan sampah atau limbah, apalagi dilakukan terus-menerus bertahun-tahun. Sebab di zaman sekarang, bukan hanya figur publik yang bisa viral — ternyata pipa pembuangan pun bisa menjadi perhatian seluruh negeri.
Redaksi
