Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

TRADISI LELUHUR DAN SIMBOL KEBERSAMAAN YANG TETAL LESTARI .

Rabu, Januari 21, 2026 | Januari 21, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-21T01:48:47Z

Nyadran Masjid Taqwa Wonokromo: Tradisi Leluhur dan Simbol Kebersamaan yang Tetap Lestari
​BANTUL

  20 Januari 2026 
Menjelang bulan suci Ramadhan, warga Wonokromo, Bantul, kembali bersiap menggelar tradisi tahunan Nyadran. Acara yang sarat akan nilai spiritual dan budaya ini dijadwalkan berlangsung pada hari Ahad dan Senin, 25-26 Januari 2026 di Masjid Taqwa Wonokromo.
​Nyadran di Wonokromo bukan sekadar ritual kirim doa, melainkan momen penting bagi warga untuk mempererat tali silaturahim. Ketua PHBI Masjid Takwa Wonokromo, Yanuar Ahmad Sholeh, menjelaskan bahwa tradisi ini merupakan warisan turun-temurun yang terus dijaga oleh generasi muda.
​Rangkaian Acara Lengkap
​Berdasarkan jadwal resmi, kegiatan Nyadran tahun ini dibagi menjadi beberapa sesi utama:
​Hari Pertama: Ahad, 25 Januari 2026
​Semaan Al-Qur’an & Doa Khotmil Qur’an: Dilaksanakan mulai pukul 05.00 WIB (Ba’da Subuh) hingga 19.20 WIB (Isya). Sesi ini dipandu oleh KH. Drs. AMJAD Lc. MA dan dibawakan oleh Dzurriyah Wonokromo.
​Pengajian Khotmil Qur’an: Berlangsung pada malam hari pukul 20.00 WIB hingga 23.00 WIB bersama KH. MURTAQI MABARRUN.
​Hari Kedua: Senin, 26 Januari 2026
​Tahlil & Majelis Birrul Walidain: Dimulai pukul 08.00 WIB hingga 11.00 WIB bersama KH. Drs. SUDARMAN MASDUKI. Acara ini menjadi puncak doa bersama untuk para orang tua dan leluhur.
​Menjadi Patokan Wilayah Sekitar
​Pelaksanaan Nyadran di Wonokromo seringkali menjadi patokan bagi kampung-kampung di sekitarnya karena dilakukan lebih awal, tepatnya pada tanggal 6 dan 7 bulan Ruwah (Sya'ban) dalam kalender Jawa. "Kita itu menjadi pusat atau center. Kalau kita sudah laksanakan, berarti sekitar tiga minggu lagi kita akan memasuki bulan puasa," ujar perwakilan panitia.
​Kehadiran Bupati Bantul
​Pembina panitia, Nahdori, S.Ag., menyampaikan bahwa acara tahun ini diharapkan semakin khidmat dengan rencana kehadiran Bupati Bantul, Bapak Abdul Halim Muslih, pada rangkaian acara tersebut. Beliau menambahkan bahwa momen ini sangat kental dengan nilai kekeluargaan, di mana warga dari berbagai penjuru Indonesia biasanya menyempatkan diri untuk pulang kampung demi menjaga kelestarian budaya ini.

(Red/Erwin)
×
Berita Terbaru Update