Nyadran Masjid Taqwa Wonokromo: Tradisi Leluhur dan Simbol Kebersamaan yang Tetap Lestari
BANTUL – 20 Januari 2026
Menjelang bulan suci Ramadhan, warga Wonokromo, Bantul, kembali bersiap menggelar tradisi tahunan "Nyadran". Acara yang sarat akan nilai spiritual dan budaya ini dijadwalkan berlangsung pada hari Ahad dan Senin, 25-26 Januari 2026 di Masjid Taqwa Wonokromo.
Nyadran di Wonokromo bukan sekadar ritual kirim doa, melainkan momen penting bagi warga untuk mempererat tali silaturahim. Ketua PHBI Masjid Takwa Wonokromo, Yanuar Ahmad Sholeh, menjelaskan bahwa tradisi ini merupakan warisan turun-temurun yang terus dijaga oleh generasi muda.
Rangkaian Acara Lengkap
Berdasarkan jadwal resmi, kegiatan Nyadran tahun ini dibagi menjadi beberapa sesi utama:
Hari Pertama: Ahad, 25 Januari 2026
Semaan Al-Qur’an & Doa Khotmil Qur’an: Dilaksanakan mulai pukul 05.00 WIB (Ba’da Subuh) hingga 19.20 WIB (Isya). Sesi ini akan dipandu oleh KH. Drs. AMJAD Lc. MA dan dibawakan oleh Dzurriyah Wonokromo.
Pengajian Khotmil Qur’an: Berlangsung pada malam hari pukul 20.00 WIB hingga 23.00 WIB bersama KH. MURTAQI MABARRUN.
Hari Kedua: Senin, 26 Januari 2026
Tahlil & Majelis Birrul Walidain: Dimulai pukul 08.00 WIB hingga 11.00 WIB bersama KH. Drs. SUDARMAN MASDUKI. Acara ini menjadi puncak doa bersama untuk para orang tua dan leluhur.
Menjadi Patokan Wilayah Sekitar
Pelaksanaan Nyadran di Wonokromo seringkali menjadi patokan bagi kampung-kampung di sekitarnya karena dilakukan lebih awal pada tanggal 6 dan 7 bulan Ruwah (Sya'ban) dalam kalender Jawa. "Kita itu menjadi pusat atau center. Kalau kita sudah laksanakan, berarti sekitar tiga minggu lagi kita akan memasuki bulan puasa," ujar perwakilan panitia.
Kehadiran Bupati Bantul
Pembina panitia, Bapak Nazhory, S.Ag., menyampaikan bahwa acara tahun ini diharapkan semakin khidmat dengan rencana kehadiran Bupati Bantul, Bapak Abdul Halim Muslih, pada rangkaian acara tersebut. Beliau menambahkan bahwa momen ini sangat kental dengan nilai kekeluargaan, di mana banyak warga yang merantau memilih pulang ke Wonokromo demi mengikuti estafet budaya ini.
(Red/Erwin)