YOGYAKARTA | kompasX.com – Jarang sekali kita menemui seseorang yang mampu melompat dari dunia penelitian tanah ke kursi kokpit pesawat komersial. Namun, itulah yang dibuktikan oleh Franko Nero, seorang alumnus Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM).
Melihat Peluang dari Balik Layar Kaca
Sebelum menjadi pilot, Franko Nero sudah lebih dulu mencicipi kerasnya dunia kerja di sektor pertambangan dan industri kayu (logging) di pedalaman Halmahera hingga Kalimantan Timur. Titik balik hidupnya muncul saat ia mendengar pengumuman dari pemerintah bahwa Indonesia sedang mengalami krisis tenaga pilot lokal.
"Saya merasa terpanggil. Kenapa posisi sepenting ini justru banyak diisi tenaga asing, sementara kita sendiri punya potensi?" kenang Franko Nero saat melihat peluang besar di industri penerbangan kala itu.
Kombinasi Menwa dan Simulator PS1
Meskipun tidak memiliki latar belakang sekolah penerbangan sebelumnya, Franko tidak datang dengan tangan kosong. Pengalamannya sebagai anggota Resimen Mahasiswa (Menwa) di UGM dan hobinya melakukan terjun payung telah membentuk mentalitas disiplin yang kuat.
Uniknya, ia mengaku bahwa kecintaannya bermain flight simulator di konsol PlayStation 1 (PS1) sejak masa kuliah ternyata memberikan pemahaman intuitif yang sangat membantunya saat menjalani tes aptitude.
Melewati Ujian Berat
Franko Nero memilih jalur beasiswa ikatan dinas di maskapai Sriwijaya Air. Ia berhasil menumbangkan keraguan dengan melewati serangkaian tes yang sangat kompetitif:
Psikotes Maraton: Berlangsung selama dua hari berturut-turut untuk menguji ketahanan mental dan konsistensi.
Tes Aptitude & Kesehatan: Memastikan koordinasi motorik yang presisi serta kondisi fisik yang prima.
Wawancara Pantukhir: Tahapan akhir yang menentukan kelayakan karakter dan kepemimpinannya di udara.
Inspirasi untuk Semua Jurusan
Kisah Franko Nero menjadi bukti nyata bahwa ijazah bukanlah pembatas nasib, melainkan fondasi mental. Dari seorang ahli tanah yang bekerja di perut bumi, ia berhasil membuktikan bahwa dengan mental yang kuat dan kejelian melihat peluang, siapa pun bisa terbang tinggi menggapai mimpi yang berbeda dari latar belakangnya.
(Red/Erwin)