![]() |
| Foto : Alat Bukti Ketika Jurnalis Menelusuri Lebih Lanjut |
KENDAL | KompasX.com – Meski pemerintah gencar memberantas perjudian online dan offline sesuai perintah Presiden Prabowo Subianto kepada Kapolri Listyo Sigit, praktik haram ini tampaknya masih berani unjuk gigi. Dugaan aktivitas perjudian togel kembali mencuat di wilayah Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, setelah beredarnya foto dokumentasi lapangan yang memperlihatkan aktivitas mencurigakan di area ruko Pasar Boja.
Informasi dari lapangan menyebutkan, penjualan kupon togel jenis HK beroperasi rutin pada sore hingga malam hari, mulai pukul 16.00 WIB hingga sekitar pukul 22.00 WIB. Foto yang beredar menunjukkan beberapa pria di depan kios tertutup di pasar, dengan penanda lokasi GPS di Kecamatan Boja, Kendal, pada Selasa (17/2/2026) pukul 17.58 WIB.
Warga resah dan mempertanyakan mengapa aktivitas terbuka ini belum ditindak tegas. Mereka mendesak aparat penegak hukum (APH), khususnya Polsek Boja, untuk menyelidiki dan menertibkan sesuai hukum.
"Sudah cukup lama berlangsung. Biasanya sore ramai. Kami khawatir ini dibiarkan," ujar seorang warga.
Yang lebih mengejutkan, dari sumber yang terhimpun, bandar utama praktik judi togel ini diduga berasal dari Kota Semarang dengan inisial DD/Hin. Hal ini tentu menjadi tantangan besar bagi aparat dalam memberantas jaringan perjudian yang lebih luas.
Tokoh masyarakat setempat menekankan bahwa menjelang Ramadan adalah waktu yang tepat untuk membersihkan lingkungan dari penyakit masyarakat seperti perjudian. Masyarakat berharap aparat segera bertindak, demi menjaga keamanan dan ketertiban di Boja dan sekitarnya. Akankah perintah Presiden Prabowo dan Kapolri Listyo mampu menumpas habis praktik perjudian di Boja, atau justru menjadi preseden buruk di tengah upaya pemberantasan judi yang tengah digalakkan?
(Red/Time)
.jpg)