YOGYAKARTA | kompasX.com– Masa purna tugas sering kali dianggap sebagai waktu untuk beristirahat total. Namun, tidak bagi Ibu Ertiana Erna yang akrab disapa Bu Tia. Mantan Lurah Sosromenduran dan Purwokinanti ini, justru memilih menyalurkan semangatnya dengan mendirikan 'Lurahe', sebuah tempat bermusik dan bernyanyi, secara live serta tempat berkumpul yang hangat di jantung Kota Jogja.
Berlokasi di Jalan Cendana 2 Nomor 4, Semaki Umbulharjo, Yogyakarta, 'Lurahe' menawarkan suasana yang berbeda dari kafe atau tempat bermusik pada umumnya. Berada di lingkungan perkantoran yang tenang, tempat ini menjadi oase bagi mereka yang ingin melepas penat tanpa kebisingan hiruk-pikuk kota, meski lokasinya terbilang sangat dekat dengan pusat keramaian Malioboro.
Berawal dari Hobi dan Kebersamaan
Nama 'Lurahe' sendiri diambil bukan tanpa alasan. Selain karena latar belakang karier Bu Tia, sapaan Bu Lurah sudah melekat erat di hati masyarakat.
"Sampai sekarang pun masih banyak yang memanggil saya Bu Lurah meskipun sudah purna. Jadi,
kenapa tidak memakai nama Lurahe saja. Daripada nanti dikira Lurah Ketoprak," selorohnya sambil tertawa.
Bu Tia menceritakan bahwa sebelum pensiun, rumahnya memang sudah sering menjadi tempat latihan musik bagi rekan-rekannya. Salah satu rekannya , Mas Ardian, yang dulu pemain gitar, sekarang mahir memainkan keyboard.
Ruang Nyaman bagi Para Pensiunan
Salah satu keunikan 'Lurahe' adalah segmen pengunjungnya yang didominasi oleh para pensiunan dan pegawai kantoran. Bu Tia sengaja menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi mereka.
"Di sini kami tidak menyediakan minuman keras. Karena yang hadir kebanyakan teman-teman pensiunan, kami ingin mereka merasa nyaman dan aman. Intinya adalah kegembiraan melalui musik," tegasnya.
Untuk menu makanan, 'Lurahe' menyajikan kudapan sederhana yang ramah di lidah dan kantong, seperti aneka gorengan dan roti bakar, sebagai teman setia saat bernyanyi. Aliran musik yang dibawakan juga sangat variatif, mulai dari pop hingga dangdut, menyesuaikan dengan permintaan para tamu.
Fleksibel dan Kekeluargaan
Meski jam operasional reguler dibuka mulai pukul 19.00 hingga 23.00 WIB, 'Lurahe' sangat fleksibel dalam melayani tamu. Tak jarang, para pegawai dari Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta langsung meluncur ke lokasi sepulang kantor pada sore hari.
"Kadang ada yang minta buka jam 4 sore setelah pulang kantor untuk refreshing. Ada juga acara keluarga atau trah yang mulai jam 10 pagi, kami persilakan. Kami ingin membahagiakan orang lain, karena dengan banyak teman dan saudara, rezeki pun akan mengikuti," tambah Bu Tia.
Bagi masyarakat yang ingin bernostalgia atau sekadar ingin bernyanyi dengan suasana yang privat dan tenang, 'Lurahe' siap menyambut dengan tangan terbuka. Bagi ibu Tia, tempatnya bisa menjadi sarana kesehatan dan 'ngrabuk nyawa', terutama bagi lansia. "Untuk reservasi tempat dapat dilakukan dengan menghubungi nomor 0878-3930-2323," ujar bu Tia.
(Red/Erwin)