Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Usaha Tahu Jumari Dilahap Si Jago Merah, Kerugian Capai Puluhan Juta

Sabtu, Februari 21, 2026 | Februari 21, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-21T14:15:00Z

 

Foto : Ketika Pemadam kebakaran dan Aparat kepolisian Datang Kelokasi
Purworejo | KompasX.com – Suasana malam di Kelurahan Katerban, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo mendadak gempar setelah pabrik tahu milik Jumari yang berada di RT 04 RW 02 terbakar pada Sabtu malam. Kobaran api diduga kuat berasal dari tungku penggorengan yang tengah digunakan dalam proses produksi.

 

Menurut informasi yang dihimpun di lokasi, peristiwa bermula saat aktivitas penggorengan tahu berjalan seperti biasa. Tanpa diduga, api dari tungku membesar dan sulit dikendalikan. Percikan api kemudian menyambar bagian dapur produksi yang sebagian materialnya mudah terbakar. Dalam waktu singkat, api membesar dan menghanguskan area pembuatan tahu.

 

Warga sekitar yang melihat kobaran api dan asap tebal langsung berhamburan keluar rumah. Dengan peralatan seadanya, mereka berupaya memadamkan api sembari menghubungi pihak terkait. Ketua RT setempat segera berkoordinasi dengan Babinsa Kelurahan Katerban untuk meminta bantuan lebih lanjut.

 

Tak lama berselang, tim pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman. Setelah berjibaku beberapa waktu, api akhirnya berhasil dikendalikan sehingga tidak merembet ke bangunan lain di sekitarnya.

 

Plt Kapolsek Kutoarjo, Iptu Yogo Sutrisno, turut hadir bersama jajarannya untuk melakukan pengamanan dan memastikan situasi tetap kondusif. Aparat kepolisian juga mengimbau warga agar tidak mendekat ke lokasi kebakaran demi keselamatan.

 

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, pemilik usaha diperkirakan mengalami kerugian materiil hingga puluhan juta rupiah akibat kerusakan pada dapur serta peralatan produksi.

 

Saat ini, pihak kepolisian bersama instansi terkait masih melakukan pendataan dan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kebakaran. Warga diimbau untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan tungku maupun peralatan produksi berbahan api guna menghindari kejadian serupa di kemudian hari.

Laporan : Edvin Riswanto

×
Berita Terbaru Update