Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Jagungsebakul: Semangat Gotong Royong UMKM DIY dan Persiapan Kirab ke-2

Kamis, Maret 19, 2026 | Maret 19, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-19T13:10:58Z
.                 foto : istimewa

YOGYAKARTA | kompasX.com – Gerakan pemberdayaan ekonomi lokal Jagungsebakul terus memperkuat barisan dan kolaborasi antar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Semangat kebersamaan ini terpancar kuat dalam pertemuan hangat yang digelar pada Kamis kemarin.
Bincang Hangat di Prawirodirjan
Momen diskusi dan buka bersama kali ini berlangsung di kediaman Sekretaris Jagungsebakul, Ibu Enggar Fransisca, yang beralamat di Prawirodirjan GM 2 No. 1220, Gondomanan, Yogyakarta.

.                    foto : istimewa 

Dalam obrolan santai tersebut, penggerak komunitas, termasuk Wakil Ketua Pak Edi TB dan Mas Dono, membahas capaian komunitas selama satu tahun terakhir serta merancang langkah strategis ke depan. Salah satu poin utama yang menjadi fokus adalah rencana besar untuk menyelenggarakan Kirab Jagungsebakul ke-2, sebuah ajang tahunan untuk mempromosikan produk-produk unggulan UMKM lokal.
Filosofi di Balik Nama "Jagungsebakul"
Nama Jagungsebakul merepresentasikan kekuatan kewilayahan di DIY, yang merupakan akronim dari lima daerah: Jogja, Gunung Kidul, Sleman, Bantul, dan Kulon Progo.

.                    foto : istimewa 

Lebih dari sekadar singkatan wilayah, Jagungsebakul membawa filosofi moral yang mendalam, yaitu: "Jiwa Guyup Rukun Gotong Royong, Seneng Susah Bareng Dirangkul/Dipikul". Prinsip inilah yang menjadi pengikat bagi lebih dari 80 anggotanya untuk saling menopang, memastikan setiap pelaku usaha memiliki sandaran untuk maju bersama.
Misi "Naik Kelas" Melalui IKMA Shop
Jagungsebakul berkomitmen penuh mendampingi para anggotanya agar mampu "Naik Kelas". Komunitas ini telah didukung oleh fasilitas fisik berupa gudang dan Toko IKMA Jagungsebakul yang berlokasi di Jalan Jambon. Selain itu, untuk memperluas jangkauan pasar secara digital, komunitas ini mengandalkan platform IKMA Shop.

.                     foto : istimewa

"Tugas Jagungsebakul adalah bagaimana caranya orang punya usaha itu bisa naik kelas melalui pendekatan Komunikatif, Informatif, dan Gaul," tegas Pak Edi TB. Strategi ini menekankan pentingnya jaringan yang luas, keterbukaan informasi, serta kemampuan beradaptasi dengan tren pasar namun tetap rendah hati.
Dengan bimbingan penasihat seperti Pak Idham Samawi, Jagungsebakul terus konsisten dalam proses perencanaan, kontrol, dan evaluasi usaha para anggotanya. Melalui rencana Kirab ke-2 mendatang, diharapkan potensi UMKM Yogyakarta semakin dikenal luas dan membuktikan bahwa ekonomi kerakyatan yang berbasis gotong royong adalah fondasi yang kokoh.

(Red / Erwin)
×
Berita Terbaru Update