SLEMAN | kompasX.com – Semangat kebersamaan menyelimuti komunitas film di Yogyakarta dalam acara "Buka Bersama Insan Perfilman Yogyakarta 2026" yang digelar di Bulak Senthe Resto, Pandowoharjo, Sleman, Minggu (15/3/2026). Mengusung tema "Satu Jiwa Satu Rasa Untuk Semua", kegiatan ini menjadi ajang temu kangen sekaligus penguat solidaritas antarpegiat seni layar lebar.
Esensi Silaturahmi dalam Perfilman
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Ketua Panitia, Ibu Ningsih, yang mengapresiasi kehadiran sekitar 80 peserta dari berbagai lintas profesi perfilman.
Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya menjaga hubungan baik antar-anggota demi kemajuan ekosistem film di Jogja.
Puncak acara menjelang berbuka diisi dengan tausiyyah yang disampaikan oleh Ustaz Saifuddin Zuhri. Dalam ceramahnya, beliau menjelaskan bahwa silaturahmi bukan sekadar berkumpul, melainkan ibadah yang memiliki keutamaan besar.
"Dengan silaturahmi, kita menyambung tali persaudaraan yang dapat memperpanjang umur dan memudahkan rezeki. Secara filosofis, Silah berarti menyambung dan Rohmi berasal dari sifat Allah Ar-Rahim, sehingga saat kita menyambung persaudaraan, kita juga menyambung hubungan dengan Sang Pencipta," ujar Saifuddin.
Sentuhan Budaya dan Dukungan Lokal
Nuansa budaya terasa kental dalam acara ini. Selain penggunaan seragam biru dan kopiah oleh panitia, Saifuddin Zuhri juga tampil mengenakan Surjan, pakaian tradisional yang sarat akan makna filosofis peninggalan Wali Songo.
Kemeriahan acara ini juga tidak lepas dari dukungan mitra lokal, yakni Kopi Langit dan Madu Langit yang bertindak sebagai sponsor. Selain sesi buka bersama yang gayeng, para peserta juga menikmati hiburan musik serta pembagian doorprize menarik dari para sponsor tersebut.
Melalui momentum Ramadan ini, Insan Perfilman Yogyakarta berharap semangat "Satu Jiwa Satu Rasa" tetap terjaga sepanjang tahun, menciptakan iklim kerja kreatif yang harmonis dan suportif bagi seluruh insan film di Yogyakarta dan sekitarnya.
(Red / Erwin)