Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

UMKM INDONESIA & PASAR GLOBAL

Sabtu, Maret 28, 2026 | Maret 28, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-28T08:18:08Z
.                    Foto : istimewa

JAKARTA | kompasX.com...,Kita sering membanggakan angka bahwa 99% unit usaha di Indonesia adalah UMKM dan mereka menyerap 97% tenaga kerja. 

Tapi mari kita buka topengnya, 

Kontribusi UMKM terhadap ekspor non-migas Indonesia masih tertahan di angka yang memprihatinkan, yakni di kisaran 15,7%.

Bandingkan dengan Vietnam atau Thailand di mana UMKM mereka sudah menyumbang lebih dari 30-40% ekspor nasional. 
Mengapa "Raksasa" kita begitu takut melaut?

Data BPS akhir 2025 menunjukkan bahwa meskipun jumlah UMKM yang onboarding digital meningkat pesat, mayoritas masih terjebak dalam ekosistem konsumsi domestik.

Ekspor UMKM kita masih didominasi oleh kerajinan, furnitur, dan makanan olahan skala kecil.

Lebih dari 60% UMKM gagal menembus pasar ekspor karena masalah sertifikasi (HACCP, ISO, atau standar keberlanjutan EUDR). 
Kita punya produk luar biasa, tapi gagal di atas kertas birokrasi internasional.

Biaya logistik Indonesia masih menjadi yang tertinggi di ASEAN. Bagi sebuah perusahaan besar, biaya kirim mungkin bisa ditekan. Namun bagi UMKM yang mengirim barang dalam volume kecil (LCL - Less than Container Load), biaya logistik seringkali lebih mahal daripada harga produknya sendiri.

Kita punya jutaan UMKM di marketplace, tapi sebagian besar justru menjadi reseller barang impor daripada produsen barang ekspor. Ini bukan digitalisasi ekonomi, ini kanibalisme pasar domestik.

.                    foto : istimewa

Memasuki kwartal pertama 2026, ada secercah harapan melalui model "Factory Sharing" dan Konsolidator Ekspor.
Harapannya bukan lagi UMKM ekspor sendirian, tapi melalui agregator yang menyatukan standar kualitas ribuan pengrajin menjadi satu merek ekspor yang kuat.

Pemerintah menargetkan kontribusi ekspor UMKM naik ke angka 17% di akhir tahun ini. Angka yang ambisius namun terasa sangat kecil jika melihat potensi kita.

Akankah Kita Berubah?

Jika pola pembinaan UMKM masih bersifat "seremonial" (pelatihan tanpa akses pasar nyata), maka UMKM kita akan tetap menjadi penonton di rumah sendiri.

Sampai kapan 
kita bangga dengan jumlah unit usaha yang jutaan jika produktivitasnya hanya cukup untuk bertahan hidup dari hari ke hari? 

Ekspor bukan soal "keberanian" tapi soal standar, efisiensi biaya, dan keberlanjutan.

Oleh : HANS
Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) 

28.03.2026

(Red / Erwin)
×
Berita Terbaru Update