. foto : istimewa
YOGYAKARTA | kompasX.com, 23 Syawal 1447 H / 16 April 2026 – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti kegiatan syawalan yang digelar di Kampung Glagah, Kelurahan Warungboto. Acara yang dikemas dengan tema "Memperkuat Silaturahmi, Meningkatkan Keharmonisan Antar Umat Beragama" ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari sesepuh, tokoh masyarakat, hingga seluruh warga RT 13 RW 03.
Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Lurah Warungboto, Ibu Ety Purnawati, S.S.T, serta Pendamping Kelurahan Budaya Warungboto dari Dinas Kebudayaan DIY, Ibu Astuti Handayani, A.P., S.Pd., M.Pd. yang turut serta membaur dan memberikan apresiasi atas semangat kebersamaan yang ditunjukkan warga.
Dalam sambutannya, Ibu Lurah Ety Purnawati menyampaikan rasa bangganya melihat kerukunan yang terjalin begitu erat di wilayahnya.
"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur melihat antusiasme dan keakraban Bapak/Ibu sekalian. Syawalan ini bukan sekadar kumpul-kumpul, tetapi momen emas untuk mempererat tali persaudaraan. Saya sangat mengapresiasi semangat gotong royong dan toleransi yang tinggi di Kampung Glagah ini. Mari kita jaga kerukunan ini sebagai aset berharga bagi Kelurahan Warungboto agar semakin maju, aman, dan sejahtera," ujar Ibu Ety Purnawati.
Sementara itu, dalam diskusi bersama Ketua RT dan pengurus, Ibu Astuti Handayani menyampaikan makna mendalam dari perayaan Syawal yang baru saja dilewati.
"Syawal mengajarkan kita untuk kembali suci, dan salah satu wujud kesucian itu adalah hati yang mau memaafkan, merangkul, dan menghormati. Mari kita jadikan perbedaan sebagai kekuatan, dan kebersamaan sebagai tradisi di Warungboto," ujarnya.
Lebih jauh ia berharap, momen berkumpul ini tidak hanya sekadar seremonial, tetapi benar-benar membawa dampak positif. "Semoga Syawalan ini menambah berkah, menambah saudara, dan menambah rukun untuk kita semua," tambahnya.
Hal senada disampaikan oleh Ketua RT 13 RW 03, Ibu Sri Sunarti. Ia menegaskan bahwa keragaman agama bukanlah pemisah, melainkan warna yang memperindah kehidupan bermasyarakat.
"Perbedaan keyakinan bukan penghalang untuk duduk bersama, saling menghormati, dan bergandengan tangan membangun Kelurahan Warungboto yang guyub, rukun, dan migunani tumraping liyan (bermanfaat bagi sesama). Karena sejatinya kita semua bersaudara dalam kemanusiaan dan dalam cinta tanah air," tegas Sri Sunarti.
Ia pun berharap agar tali persaudaraan yang terjalin semakin erat, sehingga Warungboto bisa menjadi teladan kerukunan umat beragama di Kota Yogyakarta.
Suasana syawalan semakin akrab dengan pesan yang disampaikan secara langsung kepada seluruh warga yang hadir.
"Alhamdulillah, di 23 Syawal 1447 H ini kita masih diberi kesempatan kumpul bareng. Setelah sebulan penuh kita ditempa Ramadan, sekarang saatnya kita praktikkan hasilnya: hati yang bersih, sikap yang andhap asor, dan tangan yang terbuka untuk siapa saja," ungkap suasana dalam acara tersebut.
"Silaturahmi itu rezeki, silaturahmi itu umur panjang, silaturahmi itu kekuatan kita sebagai bangsa. Mugi-mugi saget langgeng lan migunani (Semoga bisa langgeng dan bermanfaat)," pungkasnya.
Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama dan harapan agar kerukunan di Kampung Glagah senantiasa terjaga dan menjadi contoh bagi lingkungan lainnya.
Dokumentasi:
Ibu Lurah Ety Purnawati, Ketua RT, Sesepuh, Tokoh Masyarakat, dan Seluruh Warga RT 13 RW 03
Kampung Glagah, Kelurahan Warungboto
(Red / Erwin)