Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Hari Museum Dunia 2026: FKMB Bantul Satukan Budaya, Pendidikan, dan Pariwisata dalam Satu Ruang Hidup

Rabu, Mei 20, 2026 | Mei 20, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-20T08:03:09Z
.                     foto : istimewa 

YOGYAKARTA | kompasX.com,,,,Peringatan Hari Museum Internasional 2026, di Kabupaten Bantul berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi. Mengusung tema utama: “Museum yang Menyatukan Dunia yang Terpecah” (Museum Uniting a Divided World), Forum Komunikasi Museum Bantul (FKMB) menghadirkan ruang temu bagi para pengelola museum, pegiat budaya, akademisi, hingga masyarakat umum untuk membicarakan masa depan museum di tengah perubahan jaman.

.                        foto : istimewa

Kegiatan yang digelar Selasa, 18 Mei 2026, di Andi Bayou Museum dan Galeri Musik, Jl. Sejahtera Green Garden, Sumberan, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul ini. Bukan sekadar seremoni tahunan. Forum yang diikuti oleh 17 Museum yang terdaftar sebagai anggota BARAHMUS DIY di wilayah Bantul tersebut menjadi ajang berbagi pengalaman, memperkuat jejaring, sekaligus membangun gagasan baru agar museum semakin dekat dengan masyarakat.

Acara yang dipandu dan dimoderatori oleh Joana Zettira, M.Sc., menghadirkan talkshow dengan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang. Hadir sebagai pembicara, Kustap, S.Sn., M.Sn., Kaprodi Musik, FSP – ISI Yogyakarta, Fajar Wijanarko, S.S., Praktisi Museum DIY, dan Andi Haryo Setiawan, S.H., M.H., selaku pemilik Andi Bayou Museum dan Galeri Musik. Suasana forum juga semakin hidup dengan penampilan khusus dari Marcella Dee, finalis X Factor Indonesia 2021, bersama kibordis, Hastono yang membawakan lagu masterpiece dari pentas teater – musikal Java War dan Ilir-Ilir.

.                       foto : istimewa

Kepala Dinas Kebudayaan – Kundha Kabudayan, Kabupaten Bantul, Yanatun Yunadiana, S.Si., M.Si, dalam sambutannya yang diwakili oleh Sekretaris Dinas, Sarjiman, S.I.P., M.E., menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kami berharap, dengan dukungan Dana Keistimewaan DIY forum dan agenda semacam ini dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem permuseuman dan pelestarian budaya di Kabupaten Bantul. Selain juga mampu melahirkan inovasi dan langkah strategis bagi kemajuan museum di Kabupaten Bantul maupun Daerah Istimewa Yogyakarta secara lebih luas.”

.                     foto : istimewa

Sejalan dengan itu, Ketua FKMB, Gatot Nugroho, S.Pd., menegaskan bahwa peran museum saat ini tidak bisa lagi dipandang hanya sebagai tempat penyimpanan benda-benda kuno. “Museum harus menjadi ruang belajar, dialog, sekaligus ruang membangun identitas budaya masyarakat. Museum memiliki peran strategis dalam mengenalkan sejarah dan kebudayaan kepada generasi muda di tengah derasnya perkembangan teknologi dan gaya hidup modern. Untuk itu, kami di BARAHMUS DIY bersama para legislator di Komisi D, DPRD DIY juga tengah mulai ikut mempersiapkan lahirnya Peraturan Daerah DIY terkait Museum,” ungkap Wakil Ketua BARAHMUS DIY yang juga menjabat sebagai Kepala Museum, Jenderal Besar, HM. Soeharto ini.

Hal senada juga disampaikan oleh Drs. Budiharja, M.M. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pengelola museum, dan masyarakat agar museum mampu berkembang lebih kreatif, inovatif, dan menjangkau publik yang lebih luas. “Bantul memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang luar biasa, sehingga perlu didukung dengan penguatan pengelolaan museum serta program edukasi yang mampu menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya daerah,” menurut Penasehat FKMB dan BARAHMUS DIY ini.

Sementara itu, Kepala Bidang Sejarah, Permuseuman, Bahasa dan Sastra Kundha Kabudayan Kabupaten Bantul, Purwanto, S.Pd., M.Si., menyebutkan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antar museum dan komunitas budaya. “Museum diharapkan semakin berkembang sebagai pusat edukasi, pelestarian sejarah, sekaligus ruang interaksi budaya yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari,” ungkapnya mengingatkan.

Dalam forum tersebut, muncul pula gagasan menarik mengenai penguatan sumber daya manusia museum. Pengelola Museum dan Galeri Keris Sanggar Keris Mataram (SKM) Yogyakarta, Ki Arya Pandhu, menilai museum seharusnya ikut menjadi bagian dari Kurikulum Pendidikan Khas Ke-Jogja-an (PKK) yang baru dirilis Pemerintah Daerah DIY. Ia juga mendorong adanya bantuan sertifikasi uji kompetensi dari pemerintah pusat melalui Direktorat Sejarah dan Permuseuman Kementerian Kebudayaan RI lewat LSP-P2 Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI bagi tenaga profesional museum, mulai dari edukator, registrator, kurator, konservator, penata pameran, hingga humas dan marketing museum.

.                      foto : istimewa 

“Museum masa kini harus mampu menjadi ruang yang inklusif, menarik, dan relevan dengan kehidupan masyarakat modern. Tidak hanya menjaga benda bersejarah, museum juga harus mampu membangun kesadaran budaya, keterlibatan publik dan akhirnya rasa kepemilikan untuk bisa menjaga dan merawat peradaban bersama sebagai satu kesatuan yang bisa berdampak luas melalui jalur pendidikan, kebudayaan, hingga pariwisata,” ungkap Praktisi Keris dari Serikat Nasional Pelestari Tosan Aji Nusantara (SENAPATI NUSANTARA) ini memberi pesan.

Peringatan Hari Museum Internasional 2026 di Bantul akhirnya menjadi pengingat bahwa museum bukan sekadar tempat menyimpan masa lalu. Lebih dari itu, museum adalah ruang hidup yang bisa menyambungkan sejarah, budaya, pendidikan, dan masa depan masyarakat.

(Red / Johnson)
×
Berita Terbaru Update