Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Lestarikan Budaya dan Spiritualitas, Komunitas Pria Bersurjan Luncurkan Video Klip Mars

Selasa, Februari 24, 2026 | Februari 24, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-24T07:33:29Z
.                   foto : istimewa

BANTUL | kompasX.com.,,– Komunitas Pria Bersurjan tengah mempersiapkan langkah besar dalam upaya pelestarian budaya Jawa. Mengambil latar tempat yang sarat akan nilai sejarah, komunitas ini melaksanakan proses syuting video klip untuk lagu Mars Pria Bersurjan bertempat di Petilasan Sendang Wangi, Gunung Plencing, RT 02, Sindet, Wukirsari, Kec. Imogiri, Kabupaten Bantul. Langkah ini diambil sebagai bentuk eksistensi nyata sekaligus media komunikasi kepada masyarakat luas.

.                   foto : istimewa

Ketua Pria Bersurjan, Saifuddin Zuhri, mengungkapkan bahwa pembuatan video klip ini sangat penting agar pesan dan visi komunitas dapat tersampaikan secara visual.
"Kenapa harus ada video klip? Karena kita tidak ingin disebut seperti uka-uka, ada suaranya tapi tidak ada bentuknya. Kita buatkan video agar suara (mars) ini memiliki wujud manusia," ujar Saifuddin saat ditemui di sela-sela proses syuting di kawasan Gunung Plencing tersebut.
Bukan Sekadar Komunitas "Ngopi"
Saifuddin menegaskan bahwa Pria Bersurjan memiliki perencanaan yang matang ke depan. Komunitas ini berkomitmen untuk tidak hanya menjadi wadah berkumpul atau sekadar tempat "ngobrol dan merokok" (ngopi udat-udut), melainkan memiliki misi sosial dan budaya yang jelas.

.                    foto : istimewa

Lirik dan aransemen Mars ini dikerjakan secara teliti untuk menangkap "ruh" perjuangan komunitas. Harapannya, lagu ini tidak hanya enak didengar, tetapi juga mampu membangkitkan kebanggaan terhadap warisan leluhur.
"Insya Allah, mars ini benar-benar membuat siapa pun yang mendengar atau melantunkannya merasakan munculnya ruh (semangat) itu," tambahnya.
Filosofi Surjan dan Sunan Kalijaga
Pemilihan surjan sebagai identitas komunitas memiliki akar sejarah dan spiritualitas yang dalam. Saifuddin menjelaskan bahwa surjan bukan sekadar pakaian biasa, melainkan warisan dari salah satu tokoh Walisongo. Pemilihan lokasi petilasan di Imogiri ini pun selaras dengan napas perjuangan tersebut.
"Tujuannya adalah nguri-uri (melestarikan) budaya. Sejarah surjan ternyata sebuah peninggalan dari seorang wali, yaitu Sunan Kalijaga. Jika bukan kita yang melestarikan, siapa lagi?" tegasnya.

.                  foto : istimewa

Target Anggota dan Legalitas
Hingga saat ini, tercatat lebih dari 125 anggota yang telah resmi mendaftar. Meski demikian, manajemen Pria Bersurjan memilih untuk bergerak secara bertahap dan profesional. Saat ini, mereka sedang merampungkan urusan administrasi, legalitas, hingga Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Rencananya, peluncuran besar-besaran dan undangan bagi seluruh anggota akan dilaksanakan pada bulan April mendatang, atau bertepatan dengan momen Halal bi Halal setelah Idul Fitri.
Misi Sosial yang Inklusif
Pria Bersurjan membuka pintu bagi siapa saja yang memiliki semangat pelestarian budaya tanpa memandang latar belakang suku, ras, atau agama. Ke depan, komunitas ini telah menyiapkan berbagai agenda kegiatan, antara lain:
Bakti Sosial untuk kemanusiaan.
Pengembangan UMKM bagi para anggota.
Kolaborasi lintas sektor untuk kegiatan positif lainnya.
"Siapa pun yang mau bergabung dalam nguri-uri budaya, mari merapat. Kita niatkan tulus dan ikhlas mengharap rida Tuhan," pungkas Saifuddin.

(Red / Erwin)
×
Berita Terbaru Update