Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

POLITIK ENERGI KITA : Antara Perang Minyak Asing dan Tidurnya Raksasa Hijau

Selasa, Maret 31, 2026 | Maret 31, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-31T13:32:15Z
.                   foto : istimewa

JAKARTA | kompasX.com..,,,Di sebelah kiri ring, kita punya Paman Sam yang ototnya kaku karena kebanyakan makan hasil sanksi ekonomi.
Di sebelah kanan, ada Iran yang main drone rudal dan menutup Selat Hormuz. 

Sementara mereka sibuk saling melotot, kita di Indonesia sedang apa? 
Kita sedang sibuk memandangi jarum indikator bensin yang perlahan tapi pasti turun ke titik huruf 'E'

Perang USA vs Iran itu ibarat dua warga dunia kaya yang berantem sambil lempar-lemparan tabung gas 12 kg.
Masalahnya, dapur kita ada di antara rumah mereka.

Begitu Selat Hormuz ditutup karena Iran lagi murka, harga minyak mentah dunia langsung lompat tinggi.
Strategi politik energi kita adalah "Sabar dan Tawakal." 

Kita adalah negara yang saking santainya, menganggap ketahanan energi itu cukup dengan memastikan tukang gas LPG keliling tetap lewat depan rumah. 

Kita punya matahari melimpah, tapi panel surya masih dianggap barang gaib yang lebih mahal daripada mas kawin. 
Padahal, kalau perang pecah, matahari adalah satu-satunya sumber energi yang tidak bisa disanksi oleh PBB atau diblokir oleh armada laut manapun.

.                    foto : istimewa

Di tengah kemelut global, batubara tetap jadi "sahabat sejati" kita. 
Meskipun dunia teriak-teriak soal emisi, kita tetap pelukan sama batubara. Kenapa?
Karena batubara itu kayak mi instan: murah dan bikin kenyang. 
Asal jangan kebanyakan, bisa bikin sesak napas. 

Kita tinggal di atas "harta karun" energi, tapi tiap kali ada rudal lewat di Timur Tengah, dompet kita langsung kena mental breakdown.

Indonesia sejatinya adalah raksasa energi hijau yang sedang tertidur, menyimpan potensi energi alternatif yang sanggup menggantikan ketergantungan pada BBM secara total. Di bawah tanahnya, Nusantara memangku sekitar 40% cadangan panas bumi dunia yang stabil dan tersedia sepanjang waktu, sementara garis pantainya yang terpanjang kedua di dunia menawarkan energi ombak laut yang konsisten dan bertenaga besar untuk menggerakkan turbin lepas pantai. Tak hanya itu, di berbagai wilayah pesisir dan dataran tinggi, hembusan angin yang melimpah siap dikonversi menjadi listrik bersih melalui ladang-ladang kincir angin raksasa. Kekayaan alam yang tak akan habis ini merupakan modal kedaulatan energi yang luar biasa, memposisikan Indonesia bukan sekadar sebagai konsumen energi fosil yang rentan, melainkan sebagai pusat energi terbarukan dunia yang mandiri dan berkelanjutan.

Keberadaan mafia bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia telah lama menjadi penghambat laten bagi kemajuan transisi energi nasional. Kelompok ini secara sistematis bekerja di balik layar untuk melanggengkan ketergantungan bangsa pada minyak bumi, demi menjaga aliran keuntungan pribadi dari kuota impor dan rantai distribusi yang tidak transparan. Padahal, Indonesia berdiri di atas "harta karun" energi alternatif yang melimpah—mulai dari panas bumi yang terbesar di dunia, energi surya yang tak terbatas, hingga potensi arus laut dan biomassa yang luas. Dengan narasi semu tentang ketahanan energi konvensional, para spekulan ini terus mengunci Indonesia dalam siklus konsumsi bahan bakar fosil yang mahal dan polutif, sengaja mematikan inovasi serta investasi pada teknologi hijau demi memastikan bahwa negeri ini tetap menjadi pasar yang kecanduan minyak, alih-alih menjadi pemimpin energi terbarukan yang mandiri secara ekonomi.

Kita butuh strategi dari Pemerintah pusat. 
Kalau USA dan Iran memang mau perang, silakan. Tapi tolong, Indonesia harus segera mandiri energi. Jangan sampai visi "Indonesia Emas 2045" berubah jadi "Indonesia Gelap Gulita".

Saat dua raksasa berebut kendali minyak, orang pintar akan mulai pasang kincir angin di halaman belakang.

Jadi, apakah politik pemerintah kita menganut azas :
harus menunggu harga bensin seharga kopi Starbak dulu baru kita benar-benar serius urusan panel surya?

31.03.2026
-Hanurani-
WaSekJen DPP Partai HANURA

(Red / Erwin)
×
Berita Terbaru Update