SLEMAN | kompasX.com – Suasana penuh kekeluargaan dan kedamaian menyelimuti Padukuhan Malang, Caturharjo, Sleman. Warga berkumpul dalam satu ikatan persaudaraan untuk merayakan momen kebersamaan Syawalan 1447 H, sebuah tradisi indah untuk mempererat tali silaturahmi pasca hari raya Idul Fitri.
Mengusung tema yang sangat menyentuh hati:
🌿 "Tabur Maaf, Tuai Berkah, Sucikan Hati untuk Kerukunan Warga"
Acara ini menjadi momentum emas bagi seluruh lapisan masyarakat untuk saling membuka hati, memohon maaf, dan membersihkan diri dari segala sisa perselisihan demi terciptanya lingkungan yang rukun dan harmonis.
Sebagai pengisi acara utama, hadir tokoh agama yang sangat dihormati, KH. Tahajudin, S.Ag. Dalam tausiyahnya yang penuh hikmah dan inspirasi, beliau mengajak seluruh warga untuk menjadikan bulan Syawal sebagai awal yang baru.
"Seperti benih yang ditanam akan membuahkan hasil, begitu pula dengan keikhlasan memaafkan. Jika kita menabur maaf dengan tulus, maka kehidupan kita akan dipenuhi dengan keberkahan dan ketenangan. Hati yang bersih adalah pondasi utama terwujudnya kerukunan warga yang kokoh," ungkap KH. Tahajudin dengan penuh semangat.
Acara berlangsung sangat hangat dan meriah. Tawa bahagia dan senyum ramah terlihat dari wajah warga yang hadir, membuktikan bahwa nilai-nilai persatuan dan gotong royong masih sangat kuat melekat di Padukuhan Malang.
Diharapkan, momen indah ini tidak hanya menjadi seremonial semata, tetapi mampu menumbuhkan rasa persaudaraan yang lebih erat, membawa keberkahan bagi setiap keluarga, dan menjadikan Padukuhan Malang sebagai contoh desa yang damai, sejahtera, dan penuh kasih sayang. 🤝🕊️
Dikeluarkan oleh:
Panitia Syawalan Padukuhan Malang
Caturharjo, Sleman
28 Maret 2026
(Red / Erwin)