Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

MALAM SETU PAHINGAN DI KOTAGEDE: NGaji Malioboro Writers, MERAWAT TRADISI DAN MENGHIDUPKAN KEMBALI RUANG KEBUDAYAAN

Rabu, Oktober 14, 2026 | Oktober 14, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-14T00:23:40Z

.                           foto : istimewa
YOGYAKARTA|kompasX.com — Kotagede kembali menjadi ruang perjumpaan antara sastra, tradisi, seni, dan nilai-nilai kebudayaan Jawa melalui kegiatan Malam Setu Pahingan di Kotagede, yang akan digelar pada Sabtu Pahing, 17 Oktober 2026, pukul 19.00 WIB, bertempat di Gedung Amongtangga, Selokraman, Kotagede, Yogyakarta.

Mengusung tema “Ngaji Malioboro Writers”, kegiatan ini menjadi momentum untuk merawat tradisi intelektual dan kebudayaan melalui pertemuan para penulis, budayawan, seniman, serta masyarakat yang memiliki perhatian terhadap kelestarian warisan budaya Nusantara.

Acara ini akan menghadirkan KRT. Agus Istijantonoagoro, Hangno Hartono, dan H.M. Satriya Wibawa dalam forum kebudayaan yang diharapkan mampu memperkaya perspektif tentang sastra, tradisi, dan perjalanan kebudayaan Jawa di tengah perubahan zaman.

Suasana malam kebudayaan juga akan diwarnai pembacaan geguritan oleh Evi Idawati, Akhir Lusono, dan Oka Swastika Mahendra. Selain itu, pengunjung akan disuguhi kegiatan melukis secara langsung (painting on the spot) serta pertunjukan siteran oleh grup Kotagede, menghadirkan perpaduan ekspresi seni modern dan tradisi yang tetap berakar pada kebudayaan lokal.

Kotagede, Ruang Bertemunya Sejarah dan Masa Depan KebudayaanSebagai salah satu kawasan bersejarah di Yogyakarta, Kotagede menyimpan jejak penting perjalanan peradaban Mataram sekaligus kekayaan tradisi yang terus hidup di tengah masyarakat. Memilih Kotagede sebagai lokasi kegiatan bukan sekadar menghadirkan sebuah acara seni, melainkan juga menghidupkan kembali ruang-ruang perjumpaan kebudayaan yang dekat dengan sejarah dan identitas masyarakat.

Melalui Malam Setu Pahingan, sastra tidak hanya ditempatkan sebagai karya tulis, tetapi juga sebagai medium dialog, refleksi, dan pewarisan nilai. Geguritan, musik tradisional, dan seni rupa menjadi bahasa bersama untuk mempertemukan generasi, gagasan, dan pengalaman dalam satu ruang kebudayaan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui dokumentasi dan seremoni. Tradisi harus terus dihidupkan, dipraktikkan, dan diwariskan melalui keterlibatan masyarakat serta ruang kreatif yang terbuka bagi berbagai kalangan.

Merawat Tradisi, Menghidupkan Kebudayaan

Malam Setu Pahingan di Kotagede diselenggarakan oleh Komunitas Sabtu Pahing bersama Yayasan Mahasabha Purbakala Nusantara. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat semangat pelestarian kebudayaan sekaligus mendorong tumbuhnya ekosistem sastra dan seni yang berkelanjutan di Yogyakarta.

Melalui pertemuan ini, Kotagede diharapkan tidak hanya dikenang sebagai kawasan bersejarah, tetapi juga terus hadir sebagai ruang hidup bagi gagasan, kreativitas, dan regenerasi kebudayaan.

Malam Setu Pahingan bukan sekadar pertemuan seni. Ini adalah ikhtiar merawat ingatan kolektif, menjaga akar tradisi, dan memastikan kebudayaan tetap tumbuh di tengah kehidupan masyarakat.

Informasi kegiatan:

- Hari/Tanggal: Sabtu Pahing, 17 Oktober 2026

- Waktu: Pukul 19.00 WIB

- Tempat: Gedung Amongtangga, Selokraman, Kotagede, Yogyakarta

- Tema: Ngaji Malioboro Writers

- Penyelenggara: Komunitas Sabtu Pahing & Yayasan Mahasabha Purbakala Nusantara

Narahubung:

Kang Kun — 0822-3335-8539

Adi Marz — 0896-1936-3032

(Johnson)

×
Berita Terbaru Update